mostbet casinomostbet1win aviatorpin upmostbetmostbet az casinopinup kzpin up azmostbet aviator loginaviatorlucky jet casinoonewinlucky jet crashpinup4rabetmostbet az1win cassino4r bet1 win indiapin-up1win kzmostbet kzpin up indiamosbet india1win casino1win slotlucky jetpin uplacky jet1win casinolucky jetмостбет кзpinap4rabet pakistan4a betpinup login1 winmosbetmosbetaviator1win casinomosbet1 win az1win casino1winmostbet aviator loginmostbetparimatchparimatchpin up casino india1win
Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHukum Kriminal

Dua Remaja Maksa Untuk Bersetubuh, Sekarang Harus Berurusan Dengan PPA

11486
×

Dua Remaja Maksa Untuk Bersetubuh, Sekarang Harus Berurusan Dengan PPA

Sebarkan artikel ini
Gambar Ilustrasi

Harian Pers | Dua remaja pengangguran, berinisial AN (19) dan SA (21), warga Desa Ragas, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, diamankan personil Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Serang Polda Banten.

Keduanya diamankan karena diduga memaksa bersetubuh dua gadis dibawah umur yang juga tetangga kampungnya. Dua remaja ini diamankan di rumah korban setelah pihak keluarga menghubungi petugas.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kapolres Serang AKBP Yudha Satria menjelaskan, tindak pidana asusila terhadap gadis berusia 16 tahun ini, terjadi di sebuah rumah milik salah seorang teman kedua tersangka di Desa Ragas. Pada Minggu (7/5) sekitar pukul 22.30 WIB.

“Pada saat perbuatan asusila terjadi, pemilik rumah ataupun rekan tersangka tidak berada di tempat,” ujar Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Dedi Mirza, Pada Kamis (8/6/2023).

Awalnya, kedua korban menuruti keinginan kedua tersangka karena diajak bancakan. Namun setelah beres makan malam bersama, kedua tersangka kemudian membawa korban ke kamar terpisah dan merayu korban agar mau berhubungan badan.

“Ajakan hubungan suami-isteri tersebut ditolak, namun kedua korban akhirnya tidak berdaya. Keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB, kedua korban pulang ke rumah masing-masing,” kata Kapolres.

Orang tua kedua korban yang curiga lantaran anaknya pulang pagi, segera menginterogasi dan akhirnya terungkap jika korban mengaku telah disetubuhi paksa oleh kedua tersangka, AN dan SA. Tidak terima, orang tua korban kemudian melapor ke Mapolres Serang.

Disisi lain, orang tua korban juga meminta tersangka untuk datang ke rumah salah satu korban, namun tidak kunjung datang. Namun, pada Selasa (6/6/2023), sekitar pukul 21.00 WIB, kedua tersangka datang ke rumah korban dengan harapan selesai dengan cara musyawarah.

Setelah kedua tersangka datang, orang tua korban segera menghubungi personil Unit PPA. Berbekal dari informasi itu, personil Satreskrim dipimpin Kanit PPA Ipda Iwan Rudini dan Kanit Pidum Ipda M Aqlizar Akbar Saidi, segera bergerak ke lokasi dan langsung mengamankan kedua tersangka.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1)(2) Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Mohon maaf ya, Carilah Berita Sendiri.................