Selalu Mengatasnamakan Rakyat Kecil, Mafia Tanah Serobot Lahan PT PMP di Cianjur

- Penulis

Sabtu, 18 November 2023 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN PERS | Oknum mafia tanah semakin marak mengatasnamakan masyarakat kecil untuk mengokunpasi tanah milik perusahaan sampai berani melawan hukum.

Karena ulah mafia tanah akibatya bisa menghambat proses penataan, pemanfaatan dan pengunaan aset perusahaan dengan menggunakan masyarakat kecil untuk mendapatkan bagian tanah sebagai penggarap, bahkan bukan sebagai pemilik tanah.

Kejadian tersebut menimpa PT Maskapai Perkebunan Moelia (MPM) yang berlokasi di Cianjur Jawa Barat. Pemilik perkebunan sebelumnya telah mengakuisisi saham dari pemilik sebelumnya saat ini sedang melalukan kegiatan penataan, pemanfaatan dan penguasaan aset perkebunan , dengan menggunakan cara cara yang humanis bahkan sampai jalan penegakan hukum ( meminta perlindungan hukum) kepada pihak terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kuasa hukum PT MPM Aris Fadhilah mengungkapkan,” pihaknya tidak segan – segan membawa ke jalur hukum untuk menindak tegas yang dilakukan para mafia tanah tersebut.

Baca Juga:  Mengenal Sekolah, Mengenal Diri: MPLS Inspiratif di SMPN 1 Sindangbarang

“Mafia tanah tersebut menyerobot tanah dengan cara merusak tanaman teh yang produktif, kemudian selanjutnya dikuasai untuk diperjual belikan, ulah tersebut membuat PT MPM geram dan tidak mentolelir prilaku para oknum tersebut, dengan melaporkan kepada pihak kepolisian setempat yang berada di wilayah hukum Jawa Barat,”ujarnya.Sabtu (18/11/2023).

H.Aris Fadhilah SH kuasa hukum Pt mpm

Aris mengatakan tidak ada permasalahan antara PT MPM dengan petani setempat bahkan berhubungan baik dan sering menjalin kerjasama

“Hubungan MPM Cianjur dengan petani asli setempat seperti daerah tidak dipisahkan dan berkesinambungan seperti didaerah desa batulawang, cibadak dan sukanagalih, hal etrsebut merupakan salah satu cara untuk menjalankan program reforma agraria sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang,”ungkap Aris.

Tokoh masyarakat Desa Cibadak Habib Abdul Karim Al Muhtar mengungkapkan, oknum yang merusak lahan PTM MPM bukanlah warga Batulawang, namun segerombolan orang yang mecatut mengatasnamakan Forum Komunikasi Petani Desa Batu Lawang.

Baca Juga:  Desa Sukataris Cianjur Lakukan Operasi Jam Malam untuk Pelajar, Ini Tujuannya

“Orang-orang itu bukan wakil dari masyarakat Batulawang Cipanas, Desa Cibadak Kecamatan Sukaresmi dan Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet,” kataya.

Konflik mafia tanah dan PT MPM sudah terjadi dari tahun 2016, dimulai oknum mengatasnaman Forum Petani Batulawang dengan menebang pohon milik PT MPM dengan dalih untuk ditanami oleh masyarakat agar kemudian tidak terlantar. namun bukanya ditanami warga setempat tetapi malah diperjual belikan bahkan warga setempat hanya diatasnamakan.

Mafia tanahpun buat ulah lagi dengan masih cara yang sama menggunakan tameng masyarakat hingga perempuan untuk mencapai tujuannya, hal tersebut membuat perempuan yang bernama Siswati dilaporkan oleh pihak PT MPM kepada Polda Jabar karena di duga melakukan perusakan aset, pada bulan maret 2023.

Laporan tersebut langsung ditangani Polda Jabar dan sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan proses kehati – hatian dalam menangani kasus tersebut.

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Cianjur Kuliti Seleksi PPPK Paruh Waktu, Dua Kades Aktif Jadi Sorotan
Di Tengah Sengketa, Pembangunan Muncul di Lahan 56 Hektare Padaluyu
Bupati Indramayu Lucky Hakim Buka pintu Pihak Swasta Mengelola & Kembangkan Wisata 
Dana PIP Rp392 Juta Tak Sampai ke Siswa, FPP Desak Mantan Kepsek SMA 1 Sindangbarang Bertanggung Jawab
Sidang Kedua, Keberatan Kuasa Hukum SINAGA Atas Dakwaan JPU, Toni RM, S.H.,M.H Pastikan Di Tolak
2025 Tuntas, 2026 Siap Jalan: Disdikpora Cianjur Gas Pembangunan SMP
Pimpin Apel Perdana Gabungan Tahun 2026, Ini Pesan Bupati Keerom Piter Gusbager
Giat Santiaji Capaian inplementasi Visi dan Misi H. Dedy S Musashi, S.S dan Ketua IKWI, Saptarini Kismawati, S.S., M.Pd, masa bhakti 2023-2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:47 WIB

DPRD Cianjur Kuliti Seleksi PPPK Paruh Waktu, Dua Kades Aktif Jadi Sorotan

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:55 WIB

Di Tengah Sengketa, Pembangunan Muncul di Lahan 56 Hektare Padaluyu

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:20 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Buka pintu Pihak Swasta Mengelola & Kembangkan Wisata 

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:31 WIB

Dana PIP Rp392 Juta Tak Sampai ke Siswa, FPP Desak Mantan Kepsek SMA 1 Sindangbarang Bertanggung Jawab

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:10 WIB

Sidang Kedua, Keberatan Kuasa Hukum SINAGA Atas Dakwaan JPU, Toni RM, S.H.,M.H Pastikan Di Tolak

Berita Terbaru