mostbet casinomostbet1win aviatorpin upmostbetmostbet az casinopinup kzpin up azmostbet aviator loginaviatorlucky jet casinoonewinlucky jet crashpinup4rabetmostbet az1win cassino4r bet1 win indiapin-up1win kzmostbet kzpin up indiamosbet india1win casino1win slotlucky jetpin uplacky jet1win casinolucky jetмостбет кзpinap4rabet pakistan4a betpinup login1 winmosbetmosbetaviator1win casinomosbet1 win az1win casino1winmostbet aviator loginmostbetparimatchparimatchpin up casino india1win
Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaKesehatan

ROHIM Menunggu Kematian Karena Keterbatasan Ekonomi, 2 Tahun Hanya Terbaring.

7653
×

ROHIM Menunggu Kematian Karena Keterbatasan Ekonomi, 2 Tahun Hanya Terbaring.

Sebarkan artikel ini

HarianpersIndramayu – Masyarakat Desa pranggong Rt 08/02, Kecamatan Arahan atas nama Rohim mengalami kelainan penyakit yang tidak kunjung sembuh selama 2 tahun karena keterbatasan ekonomi terbaring menunggu kematian, informasi ini di benarkan oleh ibu entis salah satu warga, Rabu, 16/11/23.

Ibu entis menyampaikan, Rohim sudah lama 2 tahun berjalan mengalami derita seperti ini, penyakit yang tidak kunjung sembuh dan yang sangat di sayangkan pemerintah desa ataupun kecamatan seakan terkesan acuh tak acuh.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Saya mohon kepada Bupati Indramayu Hj Nina Agustina untuk segera mengambil tindakan, memerintahkan jajarannya menangani permasalahan yang di alami Rohim, kasihan beliau orang tidak punya ingin kerumah sakit atau berobat saja kebingungan.” Ucapnya.

Di waktu yang sama, ketua peduli indramayu Cecep mengatakan, setelah ramainya di medsos mereka saling berdatangan yang seolah – olah menjadi pahlawan, akan tetapi yang di lakukan hanya simbolis penanganan tudak ada tindakan yang signifikan.

Lanjutnya, yang menjadi prihatin setelah ada penangan dari pihak puskesmas pihak keluaragq di ajak musyawarah menolak untuk di bawa kerumah sakit bandung, dengan alasan bahwa ketidakmampuan anggaran makan dan minum selanjutnya. Kasus tidak mau dibawa ke RSUD juga musti ada solusinya. Sekitar tahun yang lalu saya diskusikan dengan yangg terkait seperti RSUD, Dinkes, Dinsos dan seterusnya. Jika alasannya keluarganya tidak mau menunggui di rumah sakit misalnya untuk operasi maka :
1. Dimkes Camat, Desa, posyandu dan seterusnya, memberi pengertian dan penyadaran pada keluarganya bahwa itu juga menjadi tanggung jawab keluarga dan pemerintah jika miskin.

2. Jika keluarga tidak mau, maka patut juga diberi pelajaran.

3. Jika tetap keluarganya tetap tidak mau, maka tindakan operasi jika itu menjadi keharusan maka harus tetap dilakukan, setelah operasi dipulangkan ke rumah.

4. Untuk pengawasan pasien dilakukan oleh puskesmas terdekat, bersinergi dg posyandu, rt, rw dan desa.

Jadi tidak ada yang sulit, jika punya political will.

harusnya pemerintahan kabupaten melihat dan tanggap jangan sampai sudah ramai baru di tangani, apa mesti orang tidak punya ini mati dulu, kami merasa prihatin yang di alami masyarakat indramyu dan saya berharap Bupati juga jajarannya lebih peduli lagi.

“Tolong Bupati dan jajarannya untuk segera ambil tindakan, atau kami saja yang turun agar masyarakat bisa menilai.” Tegasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Mohon maaf ya, Carilah Berita Sendiri.................