Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHukum Kriminal

Pernikahan Sesama Jenis Terjadi Di Sukaresmi Cianjur Jawa Barat

13423
×

Pernikahan Sesama Jenis Terjadi Di Sukaresmi Cianjur Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

HARIAN PERS // Dua pasangan yang sama jenis di duga sah menikah secara agama, di Desa pakuon kecamatan sukaresmi kabupaten cianjur jawa barat pada 28 Nopember 2023, pernikahan ini di saksikan tokoh agama dan masarakat di kampung lewengdatar Desa pakuon, dengan resepsi layaknya pernikahan antara pria dan wanita.

Miris hal ini bisa terjadi di lingkungan muslim, bahkan perkawinan kedua mempelai cukup meriah, dari mulai hiasan dan resepsi tak layaknya pernikahan biasa, bagaikan antara mempelai putra dan putri.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tanpa adanya kecurigaan baik dari orang tua mempelai hingga para tokoh masarakat, seakan semua ini terkecoh bagaikan terkena hipnotis, sehingga tidak bisa membedakan mana pria dan mana wanita.

Sepintas dari postur tubuh seharusnya bisa membedakan antara laki laki atau perempuan, cukup mustahil dalam hal ini harus terjadi pernikahan, tapi memang ini nyata terjadi.

Kepala Desa pakuon Abdulah menjelaskan, pada awalnya saya telah memperingatkan sekaligus memberi tahu, teliti sebelum terjadi, namun apa yang saya katakan seakan tidak ada tanggapan sehingga terjadilah pernikahan secara sirih,” kata kepala Desa pakuon 07/12/2023.

Namun setelah saya paksa untuk melakukan cek Bio, ahirnya terbongkar identitasnya bernama Ahdiyati yang berjenis kelamin perempuan tanggal lahir 06 – 09 – 1998, warga Rantau kujang Barito kalimantan tengah, hal ini betul jelas namun ketika berjalanya pernikahan saya tidak mengetahui,” terangnya.

Orang tua mempelai CA Dayat (60) menjelaskan saat di kompirmasi, bahwa saya merasa di tipu daalam hal ini, karena dari awal setahun yang lalu pernah datang, namun sempat saya usir bersama anak saya hingga saya mengeluarkan sumpah, ahirnya AH sempat pulang ke kalimantan,” terangnya.

Satu tahun berjalan dirinya datang lagi sampai melamar anak saya, namun saya sempat menanyakan identitas pada AH untuk menunjukan persaratan, dirinya langsung menempuh jalur berangkat ke Kantor Ursan Agama (KUA) sukaresmi, tidak lama kemudian mereka datang sambil berkata bahwa dirinya sudah mendapatkan rekom dari KUA setempat, namun tidak di tunjukan,” jelasnya.

Sampai terjadinya pernikahan tetap dirinya tidak memberikan identitas, saya selaku orang tua ahirnya menerima hal ini seperti terhipnotis, dan terjadi lah pernikahan, dengan rencana di Hotel Arga cipanas, namun entah apa yang terjadi hingga batal di Hotel Arga, sehingga ahirnya melaksanakan resepsi di rumah saya layaknya pernikahan biasa, ahirnya setelah menikah dan tau identitas, ahirnya saya kaget seperti orang di tipu,” pungkasnya.

Rafli hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Mohon maaf ya, Carilah Berita Sendiri.................