Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam

Gus Shiva: Milenial Perlu Memahami Arti Sebuah Harmoni Keberagaman Dalam Perayaan Natal di Media Sosial

930
×

Gus Shiva: Milenial Perlu Memahami Arti Sebuah Harmoni Keberagaman Dalam Perayaan Natal di Media Sosial

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Gus Shiva saat mengisi sebuah acara, (dokumentasi istimewa hamida sari).

Rembang – Dalam sebuah thread yang ditulis di official akun twitter @id_shivacorp miliknya, Gus Shiva, sosok publik figur muda asal Rembang, Jawa Tengah, atau yang lebih dikenal dengan nama lengkap Achmad Shiva’ul Haq Asjach, S.E., M.M menjelaskan pentingnya milenial memahami arti sebuah harmoni keberagaman dalam perayaan natal di media sosial.

Dalam threadnya, Gus Shiva menuliskan sedikitnya enam poin yang perlu diperhatikan untuk menjaga harmoni keberagaman pada saat Natal di media sosial, poin-poin tersebut antara lain:
1. Hindari Provokasi: Hindari memposting atau membagikan konten yang bisa memicu ketegangan antar-umat beragama. Periksa kembali konten sebelum membagikannya, pastikan tidak mengandung hal yang sensitif secara agama.
2. Sikap Positif dan Toleransi: Berbagi pesan Natal yang mengedepankan nilai-nilai positif, kesatuan, dan toleransi. Hal ini bisa mempromosikan suasana yang inklusif dan damai.
3. Hindari Diskusi yang Sensitif: Hindari terlibat dalam diskusi yang berpotensi menimbulkan konflik agama. Jika menemui konten yang kontroversial, lebih baik menghindarinya atau memilih untuk tidak berpartisipasi dalam diskusi tersebut.
4. Edukasi dan Informasi yang Akurat: Bagikan informasi atau artikel yang dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perayaan Natal secara umum tanpa merendahkan agama lain. Hal ini bisa membantu mengurangi stereotip dan prasangka yang mungkin muncul.
5. Menyambut Perayaan Agama Lain dengan Positif: Menyampaikan ucapan selamat Natal kepada teman atau pengikut dari berbagai agama tanpa melupakan kesopanan dan rasa hormat.
6. Menggunakan Bahasa yang Bijaksana: Gunakan bahasa yang bijaksana, menghindari kata-kata yang dapat menyinggung atau merendahkan nilai-nilai agama lain.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Penting bagi anak muda atau milenial untuk memahami arti harmoni keberagaman dalam perayaan Natal karena hal ini membentuk dasar bagi toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan kerukunan antar-umat beragama.” Ucap Gus Shiva (19/12/2023) saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, Gus Shiva menjelaskan, bahwa memahami nilai-nilai harmoni keberagaman memungkinkan milenial untuk menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat, mempromosikan sikap inklusif, saling menghormati, dan mendorong keberagaman sebagai kekuatan, serta berbagi keamanan dalam suasana perayaan Natal di lingkungan yang multi-agama. Ini menggambarkan sikap toleransi, saling menghormati antar-umat beragama yang memungkinkan perayaan Natal dapat dinikmati bersama tanpa menyingkirkan identitas agama masing-masing. Pendekatan ini menekankan pada nilai-nilai kesatuan, kerukunan, dan saling pengertian di tengah keragaman agama yang ada.

“Ini juga membuka kesadaran anak muda atau milenial terhadap kekayaan budaya dan agama yang ada di sekitar mereka, membangun kesadaran yang lebih luas terhadap nilai-nilai universal seperti cinta, perdamaian, dan pengertian terhadap sesama.” Tambah Gus Shiva.

Melalui thread yang dibuatnya, Gus Shiva berharap agar milenial dapat memanfaatkan media sosial menjadi wadah yang mendukung, meriahkan, dan mempromosikan nilai-nilai positif saat perayaan Natal tanpa mengorbankan kerukunan antar-umat beragama.

Selain itu, didalam threadnya, Gus Shiva juga menjelaskan empat poin penting dari harmoni keberagaman antar umat beragama yang memiliki dampak positif dalam konteks ekonomi yang perlu untuk dipahami.
1. Stabilitas Ekonomi: Kerukunan antar umat beragama menciptakan lingkungan yang stabil dan aman bagi investasi serta aktivitas ekonomi. Ketika konflik agama dihindari, hal ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan konsisten.
2. Peningkatan Peluang Bisnis: Keberagaman membuka peluang bisnis yang lebih luas karena masyarakat yang beragam cenderung memiliki kebutuhan yang berbeda. Hal ini mendorong inovasi dan menciptakan pasar yang lebih inklusif.
3. Penguatan Jaringan dan Kolaborasi: Keberagaman memungkinkan terbentuknya jaringan yang kuat antar kelompok, mendorong kolaborasi lintas agama dalam proyek-proyek ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.
4. Peningkatan Toleransi dan Pembangunan yang Berkelanjutan: Kerukunan antar umat beragama membawa dampak positif pada pembangunan yang berkelanjutan dengan mendorong kesadaran akan pentingnya toleransi, keadilan, dan keberlanjutan dalam segala aspek kehidupan.

“Jadi, harmoni keberagaman antar umat beragama bukan hanya penting secara sosial, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan dalam memperkuat fondasi ekonomi suatu masyarakat.” Tutupnya.

(/hamidasari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Mohon maaf ya, Carilah Berita Sendiri.................