mostbet casinomostbet1win aviatorpin upmostbetmostbet az casinopinup kzpin up azmostbet aviator loginaviatorlucky jet casinoonewinlucky jet crashpinup4rabetmostbet az1win cassino4r bet1 win indiapin-up1win kzmostbet kzpin up indiamosbet india1win casino1win slotlucky jetpin uplacky jet1win casinolucky jetмостбет кзpinap4rabet pakistan4a betpinup login1 winmosbetmosbetaviator1win casinomosbet1 win az1win casino1winmostbet aviator loginmostbetparimatchparimatchpin up casino india1win
Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPendidikan

SMK Progresia Tahan Ijazah Murid Yang Mempunyai Tunggakan

10665
×

SMK Progresia Tahan Ijazah Murid Yang Mempunyai Tunggakan

Sebarkan artikel ini

HARIAN PERS  | Lantaran belum melunasi uang tunggakan ke sekolah, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Progresia yang beralamat di Jl Abdullah Bin Nuh Cianjur, menahan ijazah murid yang sudah lulus mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

Salah seorang murid alumni SMK Progresia yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan, ijazahnya tidak bisa diambil karena belum melunasi tunggakan iuran ke sekolah.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Saya belum bayar iuran ke sekolah jadi ijazah ditahan pihak sekolah,” katanya saat ditemui wartawan, Rabu 10 Januari 2024.

Karena tidak ada ijazah, lanjutnya, dirinya tidak bisa melamar kerja.

“Keluarga saya tidak mampu jangankan untuk membayar ke sekolah, untuk bekal sehari-hari saja mengandalkan pendapatan hasil saya markir,” ungkapnya.

Ia menyambungkan, untuk mendapatkan ijazahnya itu, ia terus berupaya dengan berbagai cara termasuk membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa.

“Saya sudah membuat SKTM dari desa, tapi pihak sekolah tetap tidak memberikan keringanan pada saya. Padahal harapan saya dengan adanya ijazah bisa melamar kerja untuk menghidupi orangtua saya,” harapnya menyambungkan.

Berdasarkan temuan dilapangan, tidak hanya ada satu alumni SMK Progresia saja, melainkan masih ada alumni yang lain bernasib sama.

“Ijazah saya juga sama ditahan sama sekolah karena belum melunasi tunggakan ke sekolah dan sekarang saya bekerja menjadi kasir di grosir, lainnya halnya kalau ada ijazah mungkin saya bisa melamar kerja yang lebih cukup,” katanya.

Sementara itu, pihak sekolah bersikekeh menegaskan, bahwa siswa tidak akan diberikan ijazahnya jikalau belum melunasi tunggakannya itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Mohon maaf ya, Carilah Berita Sendiri.................