mostbet casinomostbet1win aviatorpin upmostbetmostbet az casinopinup kzpin up azmostbet aviator loginaviatorlucky jet casinoonewinlucky jet crashpinup4rabetmostbet az1win cassino4r bet1 win indiapin-up1win kzmostbet kzpin up indiamosbet india1win casino1win slotlucky jetpin uplacky jet1win casinolucky jetмостбет кзpinap4rabet pakistan4a betpinup login1 winmosbetmosbetaviator1win casinomosbet1 win az1win casino1winmostbet aviator loginmostbetparimatchparimatchpin up casino india1win
Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHukum Kriminal

Oknum Dosen di Kalsel Diduga Jadi Biang Kerok Kisruh Asrama Demang Lehman Bandung, Pemprov Masih Bungkam

2545
×

Oknum Dosen di Kalsel Diduga Jadi Biang Kerok Kisruh Asrama Demang Lehman Bandung, Pemprov Masih Bungkam

Sebarkan artikel ini
Asrama mahasiswa Kalimantan Selatan Demang Lehman Bandung, Jalan Cisitu Lama,Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.Foto Istimewa

BANDUNG – Diduga Oknum pengurus asrama yang menjadi.biang kerok dari konflik serta pembongkaran kamar asrama Demang Lehman Bandung.Ternyata seorang Dosen di Perguruan Tinggi Ternama yang ada di Kalimantan Selatan.

Oknum.pengurus berinisial F tersebut diketahui menjadi dosen P3K di Fakultas MIPA Unlam Banjarmasin, yang saat ini sedang menjalani tugas belajar di UPI Bandung untuk mengambil gelar S3.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Majied M.T.Tayun (21) penghuni asrama Demang Lehman Bandung, korban pembongkaran kamar secara sepihak oleh oknum pengurus yang mengklaim telah mendapat SK Gubernur Kalimantan Selatan, mengatakan oknum pengurus yang menjadi biang kerok permasalahan adanya konflik dan pembongkaran kamar ini sebenarnya sudah diketahui oleh Pemprov kalsel namun tidak ada tindakan apapun yang dilakukan Pemprov terhadap yang bersangkutan, bahkan Pemprov terkesan melindungi oknum tersebut.

Menurut Majied, Pemprov kalsel sudah mengetahui siapa yang menjadi biang kerok permasalahan ini.Hal itu berdasarkan pengakuan yang bersangkutan pada waktu perwakilan Pemprov datang ke asrama melakukan mediasi beberapa waktu lalu terkait konflik yang terjadi di asrama.

” Saat mediasi bersama perwakilan Pemprov, saudara F ini telah mengakui kesalahannya dan juga sudah berjanji akan secepatnya menindaklanjuti kesalahan tersebut dengan meminta maaf pada saya dan keluarga.Namun hal tersebut hingga saat ini tidak dilakukan,” kata Majied pada Infobanua.co.id, Selasa (6/2/2024).

Majied mengungkapkan pihaknya juga merasa heran dengan Pemprov kalsel yang hingga saat ini tidak melakukan tindakan dan ketegasan terhadap yang bersangkutan padahal Pemprov sudah mengetahui siapa biang kerok serta akar permasalahan dari konflik yang terjadi ini.

Terlebih terkait soal pembongkaran kamar asrama yang dihuninya, dimana setiap dirinya mempertanyakan soal pertanggung jawaban mengenai pembongkaran kamar tersebut yang juga mengakibatkan adanya kehilangan barang-barang berharga miliknya,oknum pengurus selalu mengatakan jika ingin mengetahui pertanggung jawaban silahkan untuk menanyakan kepada Pemprov, karena mereka bertindak sudah atas izin dan persetujuan dari Pemprov.

” Nah.,soal pembongkaran kamar ini setiap ditanyakan tentang pertanggung jawabannya kepada pengurus dan saudara F.Saudara F selalu berkata silahkan tanya ke Pemprov dengan alasan mereka melakukan itu karena sudah mendapat izin dan persetujuan Pemprov,dan saya punya bukti-bukti ucapan itu,” ungkap Majied.

Majied menuturkan dari dasar itu lah dirinya dan keluarga juga mempertanyakan kepada Pemprov tentang pertanggung jawaban pembongkaran kamar ini serta soal kebenaran perkataan saudara F tersebut,akan tetapi hingga saat ini Pemprov pun tidak memberikan penjelasan dan klarifikasi tentang hal ini.

” Dari ucapan saudara F. Wajarkan saya dan keluarga juga mempertanyakan ke Pemprov tentang pertanggung jawaban pembongkaran tersebut.Terlepas apakah hal tersebut memang benar atau tidak, Pemprov klarifikasi dong,jangan diam,” ucap Majied.

“Dan seandainya hal tersebut tidak benar,Pemprov harusnya juga melakukan tindakan terhadap yang bersangkutan,karena telah mencatut nama Pemprov dalam tindakannya,” pungkas Majied.

Sementara itu pihak Pemprov Kalimantan Selatan, saat dicoba dikonfirmasi terkait hal ini belum memberikan penjelasan apa-apa. Beberapa nomor pejabat di lingkungan Pemprov yang mempunyai hubungan serta mengetahui tentang permasalahan yang terjadi di asrama Demang Lehman Bandung saat dihubungi tidak bisa terhubung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Mohon maaf ya, Carilah Berita Sendiri.................