Oknum Dosen di Kalsel Diduga Jadi Biang Kerok Kisruh Asrama Demang Lehman Bandung, Pemprov Masih Bungkam

- Penulis

Selasa, 6 Februari 2024 - 03:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asrama mahasiswa Kalimantan Selatan Demang Lehman Bandung, Jalan Cisitu Lama,Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.Foto Istimewa

i

Asrama mahasiswa Kalimantan Selatan Demang Lehman Bandung, Jalan Cisitu Lama,Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.Foto Istimewa

BANDUNG – Diduga Oknum pengurus asrama yang menjadi.biang kerok dari konflik serta pembongkaran kamar asrama Demang Lehman Bandung.Ternyata seorang Dosen di Perguruan Tinggi Ternama yang ada di Kalimantan Selatan.

Oknum.pengurus berinisial F tersebut diketahui menjadi dosen P3K di Fakultas MIPA Unlam Banjarmasin, yang saat ini sedang menjalani tugas belajar di UPI Bandung untuk mengambil gelar S3.

Majied M.T.Tayun (21) penghuni asrama Demang Lehman Bandung, korban pembongkaran kamar secara sepihak oleh oknum pengurus yang mengklaim telah mendapat SK Gubernur Kalimantan Selatan, mengatakan oknum pengurus yang menjadi biang kerok permasalahan adanya konflik dan pembongkaran kamar ini sebenarnya sudah diketahui oleh Pemprov kalsel namun tidak ada tindakan apapun yang dilakukan Pemprov terhadap yang bersangkutan, bahkan Pemprov terkesan melindungi oknum tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Majied, Pemprov kalsel sudah mengetahui siapa yang menjadi biang kerok permasalahan ini.Hal itu berdasarkan pengakuan yang bersangkutan pada waktu perwakilan Pemprov datang ke asrama melakukan mediasi beberapa waktu lalu terkait konflik yang terjadi di asrama.

Baca Juga:  TMMD ke-126 di Cianjur Resmi Ditutup, TNI dan Warga Wujudkan Pembangunan Desa

” Saat mediasi bersama perwakilan Pemprov, saudara F ini telah mengakui kesalahannya dan juga sudah berjanji akan secepatnya menindaklanjuti kesalahan tersebut dengan meminta maaf pada saya dan keluarga.Namun hal tersebut hingga saat ini tidak dilakukan,” kata Majied pada Infobanua.co.id, Selasa (6/2/2024).

Majied mengungkapkan pihaknya juga merasa heran dengan Pemprov kalsel yang hingga saat ini tidak melakukan tindakan dan ketegasan terhadap yang bersangkutan padahal Pemprov sudah mengetahui siapa biang kerok serta akar permasalahan dari konflik yang terjadi ini.

Terlebih terkait soal pembongkaran kamar asrama yang dihuninya, dimana setiap dirinya mempertanyakan soal pertanggung jawaban mengenai pembongkaran kamar tersebut yang juga mengakibatkan adanya kehilangan barang-barang berharga miliknya,oknum pengurus selalu mengatakan jika ingin mengetahui pertanggung jawaban silahkan untuk menanyakan kepada Pemprov, karena mereka bertindak sudah atas izin dan persetujuan dari Pemprov.

” Nah.,soal pembongkaran kamar ini setiap ditanyakan tentang pertanggung jawabannya kepada pengurus dan saudara F.Saudara F selalu berkata silahkan tanya ke Pemprov dengan alasan mereka melakukan itu karena sudah mendapat izin dan persetujuan Pemprov,dan saya punya bukti-bukti ucapan itu,” ungkap Majied.

Baca Juga:  Respon Cepat, Dokmaru Puskesmas Terisi Beri Layanan Kesehatan Bagi Warga Yang Membutuhkan

Majied menuturkan dari dasar itu lah dirinya dan keluarga juga mempertanyakan kepada Pemprov tentang pertanggung jawaban pembongkaran kamar ini serta soal kebenaran perkataan saudara F tersebut,akan tetapi hingga saat ini Pemprov pun tidak memberikan penjelasan dan klarifikasi tentang hal ini.

” Dari ucapan saudara F. Wajarkan saya dan keluarga juga mempertanyakan ke Pemprov tentang pertanggung jawaban pembongkaran tersebut.Terlepas apakah hal tersebut memang benar atau tidak, Pemprov klarifikasi dong,jangan diam,” ucap Majied.

“Dan seandainya hal tersebut tidak benar,Pemprov harusnya juga melakukan tindakan terhadap yang bersangkutan,karena telah mencatut nama Pemprov dalam tindakannya,” pungkas Majied.

Sementara itu pihak Pemprov Kalimantan Selatan, saat dicoba dikonfirmasi terkait hal ini belum memberikan penjelasan apa-apa. Beberapa nomor pejabat di lingkungan Pemprov yang mempunyai hubungan serta mengetahui tentang permasalahan yang terjadi di asrama Demang Lehman Bandung saat dihubungi tidak bisa terhubung.

 

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum TNI & Polri Di Duga Kuat Terima Setoran Jaringan Obat Terlarang Madi Aceh, Ada Apa?
Mahasiswa Cianjur Menolak Lupa: Aksi Solidaritas Tuntut Penghapusan Korupsi dan Pelanggaran HAM
Setda Aep Surahman Gelar Sosialisasi Bidang Tata Ruang
Modus Berjualan, Madi Afdal Aceh Di Duga Pemasok Obat Keras Daftar G, Polisi Harus Tindak Tegas
Perizinan Dipertanyakan, Peternakan Ayam WNA di Kanoman Ganggu Kenyamanan Warga
Toni RM : Penutupan Jalan Balongan Indramayu Bisa Ada Sanksi Pidana
Aksi Kamisan Cianjur Peringatkan Kembalinya Pola Kekuasaan Orde Baru
Pasca Pilwu : Rumah Calon Kuwu Slamet Caryo Dirusak Kelompok Pemuda
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2025 - 03:38 WIB

Oknum TNI & Polri Di Duga Kuat Terima Setoran Jaringan Obat Terlarang Madi Aceh, Ada Apa?

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:13 WIB

Mahasiswa Cianjur Menolak Lupa: Aksi Solidaritas Tuntut Penghapusan Korupsi dan Pelanggaran HAM

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:35 WIB

Setda Aep Surahman Gelar Sosialisasi Bidang Tata Ruang

Jumat, 12 Desember 2025 - 19:34 WIB

Modus Berjualan, Madi Afdal Aceh Di Duga Pemasok Obat Keras Daftar G, Polisi Harus Tindak Tegas

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:44 WIB

Toni RM : Penutupan Jalan Balongan Indramayu Bisa Ada Sanksi Pidana

Berita Terbaru

Setda Aep Surahman Gelar Sosialisasi Bidang Tata Ruang

Berita

Setda Aep Surahman Gelar Sosialisasi Bidang Tata Ruang

Sabtu, 13 Des 2025 - 06:35 WIB