Bentrokan Pasar Bojong Meron Jadi Cermin Lemahnya Komunikasi Pemerintah dan Warga”

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur Harianpers. Com– Bentrokan yang terjadi di Pasar Bojong Meron menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kabupaten Cianjur mengenai arti komunikasi dua arah dan pendekatan humanis dalam setiap kebijakan publik, terutama yang bersentuhan langsung dengan kehidupan ekonomi masyarakat.

Peristiwa ini menyoroti dilema klasik yang kerap dihadapi pemerintah daerah: upaya menata kota agar tertib dan modern berhadapan dengan resistensi warga yang merasa hak ekonominya terabaikan.

Pemerintah Kabupaten Cianjur, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, menegaskan bahwa relokasi pedagang merupakan bagian dari program penataan kawasan pasar yang lebih luas.
“Lokasi baru sudah dilengkapi fasilitas parkir yang memadai, sanitasi yang baik, serta sistem pengelolaan sampah. Semua ini demi kenyamanan bersama dan untuk menciptakan citra pasar tradisional yang bersih,” jelas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian dalam keterangan resminya.

Namun, niat baik tersebut tampaknya menemui kendala dalam pelaksanaan di lapangan. Kepala Satpol PP Cianjur, Dadan Ramdani, mengaku pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif sebelum penertiban dilakukan.

“Kami hanya menjalankan tugas untuk menertibkan. Pedagang yang berjualan di bahu jalan jelas melanggar aturan karena mengganggu kelancaran lalu lintas dan kebersihan lingkungan,” tegas Dadan.

Di sisi lain, sejumlah pihak menilai langkah pemerintah masih terlalu birokratis dan minim empati. Pemberitahuan relokasi dianggap tidak cukup tanpa adanya dialog langsung yang melibatkan perwakilan pedagang.

Baca Juga:  Konser Pesta Rakyat Indramayu Gagal, KIDANGMUSIK.FAST Harus Bayar Refund dan Kompensasi

“Ini bukan hanya soal aturan, tapi juga soal cara. Apakah yang diutamakan ketertiban pasar, atau keberlangsungan hidup para pedagang? Seharusnya keduanya bisa berjalan beriringan,” ujar Ketua LSM Cianjur Peduli, Ahmad Faisal.

 

 

Peristiwa di Pasar Bojong Meron menjadi cermin penting bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan kebijakan yang tegas, tetapi juga komunikasi yang terbuka dan empati terhadap masyarakat yang terdampak.

 

 

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nahkoda Baru POBI Cianjur Targetkan Medali Emas di Porprov 2026
Menteri PKP–PWI Fasilitasi 5.000 Rumah Wartawan
Penguatan Kapasitas Guru Ngaji, Kesra Cianjur Adakan Bimtek Pendataan BNBA
Dugaan Penarikan Dana 2,5 Juta kepada Sekolah Penerima Bantuan TV dari Presiden di Kecamatan Cianjur
Dari Cianjur untuk Sumatra: Relawan GMCB Bertolak Sabtu Malam, Didukung Donasi Berbagai Komunitas
Koordinator MBG Kecamatan Mande Diduga Tak Beretika, Pimrus Journal Media Group Tunggu Itikad Baik
Kades Cisaga tinjau proyek gorong gorong di jalan Kabupaten
Krisis Demokrasi Kampus: SEMA STAI Al-Azhary Dinilai Tidak Berfungsi, GEMPUR Keluarkan Tuntutan Resmi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:27 WIB

Nahkoda Baru POBI Cianjur Targetkan Medali Emas di Porprov 2026

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:01 WIB

Menteri PKP–PWI Fasilitasi 5.000 Rumah Wartawan

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:34 WIB

Penguatan Kapasitas Guru Ngaji, Kesra Cianjur Adakan Bimtek Pendataan BNBA

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:40 WIB

Dugaan Penarikan Dana 2,5 Juta kepada Sekolah Penerima Bantuan TV dari Presiden di Kecamatan Cianjur

Jumat, 5 Desember 2025 - 00:45 WIB

Koordinator MBG Kecamatan Mande Diduga Tak Beretika, Pimrus Journal Media Group Tunggu Itikad Baik

Berita Terbaru

Menteri PKP–PWI Fasilitasi 5.000 Rumah Wartawan

Berita

Menteri PKP–PWI Fasilitasi 5.000 Rumah Wartawan

Sabtu, 6 Des 2025 - 11:01 WIB