Dari Lapangan Olahraga ke Pemulihan Trauma: Program EQuity Hadir di SMPN 3 Sukaresmi

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR | Harianpers- Com – SMP Negeri 3 Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, terpilih sebagai lokasi pelaksanaan Community Development Program EQuity, sebuah program penguatan kapasitas guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang berfokus pada pemulihan trauma dan peningkatan kebugaran siswa pascabencana.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Kampung Cipari, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi ini menyasar para guru olahraga se-Kabupaten Cianjur Wilayah Subrayon 5, serta melibatkan siswa-siswi tingkat SMP sebagai bagian dari pengambilan data awal kebugaran fisik.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini diinisiasi oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas negara bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Universitas Surya Kencana Cianjur, serta Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kabupaten Cianjur.
Sejumlah akademisi hadir sebagai pemateri, di antaranya Dr. Gugum Gumelar FR, M.Si (UNJ), Dr. Ervan Kastrena, M.Pd (Universitas Surya Kencana), serta Muh. Zulqarnain Mohd Nasir, M.Sc., Ph.D dari UiTM Malaysia.

 

Ketua Pelaksana Program EQuity, Dr. Yasep Setiakarnawijaya, M.Kes, menjelaskan bahwa pemilihan SMPN 3 Sukaresmi bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi dan masih menyisakan dampak psikologis, terutama bagi anak-anak usia sekolah.

Baca Juga:  DKM Masjid Jami Al-Ukhro Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445. H

 

“Program ini dirancang agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Guru PJOK menjadi ujung tombak, karena melalui aktivitas fisik yang tepat, trauma pascabencana dapat direduksi secara bertahap,” ujar Dr. Yasep di sela kegiatan.

 

Ia menambahkan, Kecamatan Sukaresmi merupakan salah satu wilayah yang terdampak gempa besar Cianjur tahun 2022. Meski peristiwa itu telah berlalu, namun dampak psikososial masih membekas, terutama pada siswa.
Melalui Program EQuity, para guru PJOK dibekali pendekatan pembelajaran olahraga yang menyenangkan, aman, dan berorientasi pada kesehatan mental.

 

“Kami ingin aktivitas fisik di sekolah tidak sekadar mengejar nilai, tetapi juga menjadi sarana pemulihan trauma di bawah alam sadar siswa,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Dr. Yasep mengungkapkan bahwa kegiatan ini terbagi ke dalam tiga fokus utama.Pertama, penguatan pemahaman guru terkait personal well-being.Kedua, penerapan aktivitas pembelajaran fisik yang menyenangkan dan inklusif.Ketiga, pengukuran kebugaran jasmani siswa sebagai data awal.

Baca Juga:  Cegah Hoaks, Puluhan Perangkat Desa di Cianjur Dapat Pelatihan Literasi Media dan Keterbukaan Informasi Publik

 

“Hari ini kami mengambil data awal kebugaran siswa. Dua hingga tiga bulan ke depan akan dilakukan pengukuran ulang untuk melihat dampak penerapan metode ini oleh guru PJOK,” tandasnya.

 

Sementara itu, Muh. Zulqarnain Mohd Nasir, Ph.D, dosen UiTM Malaysia, mengaku kegiatan ini menjadi pengalaman pertamanya terlibat langsung sebagai pemateri di Indonesia, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Cianjur.

 

“Ini pengalaman yang sangat berharga. Di Malaysia, bencana besar jarang terjadi, paling sering hanya banjir. Di Indonesia, khususnya Cianjur, dampak bencana sangat besar hingga menjadi perhatian dunia. Pengalaman ini akan kami bawa sebagai pembelajaran penting,” ujarnya.

 

Ia berharap kolaborasi internasional ini dapat terus berlanjut dan menjadi model pengembangan pendidikan jasmani yang sensitif terhadap kondisi psikologis siswa pascabencana.

Penulis : Tomi

Editor : Tomi

Sumber Berita: SMP sukaresmi

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wartawan Diserang 4 Orang Pakai Sajam, Mobil Dirusak dan Ponsel Dirampas
Puncak Peringatan HPN 2026, PWI Indramayu Berikan Anugerah PWI Award ke-9 kepada 18 Local Hero
Muswil X PPP, Usung Tema Perjuangan Ulama Menuju Jawa Barat Istimewa
Tiga Tahun Pasca Gempa Cianjur, Penderitaan Belum Usai: Korban Masih Tinggal di Tenda dan Keluhkan Tiadanya Bantuan
Dewan Pengawas SUHENDRIK PDAM INDRAMAYU Masih Terdaftar Di Sipol GOLKAR, Tuai Polemik
Forum Konstitusional Tetapkan Kepemimpinan Baru PMII dan KOPRI Cianjur Periode 2026–2027
Pelantikan 32 DPC, NasDem Cianjur Fokus Kerja Nyata di Akar Rumput
kemenkes MBG Bukan Program Satu – Satunya Penopang Tumbuh Kembang Anak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:06 WIB

Wartawan Diserang 4 Orang Pakai Sajam, Mobil Dirusak dan Ponsel Dirampas

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:03 WIB

Puncak Peringatan HPN 2026, PWI Indramayu Berikan Anugerah PWI Award ke-9 kepada 18 Local Hero

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:58 WIB

Tiga Tahun Pasca Gempa Cianjur, Penderitaan Belum Usai: Korban Masih Tinggal di Tenda dan Keluhkan Tiadanya Bantuan

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:51 WIB

Dewan Pengawas SUHENDRIK PDAM INDRAMAYU Masih Terdaftar Di Sipol GOLKAR, Tuai Polemik

Sabtu, 31 Januari 2026 - 02:08 WIB

Forum Konstitusional Tetapkan Kepemimpinan Baru PMII dan KOPRI Cianjur Periode 2026–2027

Berita Terbaru

Uncategorized

Ahirnya Manajemen Persiker Memutuskan Mengganti Pelatih

Selasa, 10 Feb 2026 - 22:33 WIB