Keerom, Harianpers.com // Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Keerom Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Grande Arso 2, Yuwanain.
Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Keerom Drs. Daud, M.Si, Staf Ahli Gubernur Papua Prof.DR Idrus Al Hamid, Ketua MUI Papua KH. Syaiful Islam Al Payage, Waket III DPRD Jack Mekawa, Kepala Kemenag Keerom Yohanes Nahak, S.Ag, M.M, Kadistrik Arso, TNI/Polri, Ormas Islam dan undangan lainnya.
Dalam kesempatannya tersebut, Bupati Keerom Piter Gusbager menyampaikan bahwa MUI merupakan paguyuban/wadah bagi ormas Islam di Kabupaten Keerom.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“MUI diharapkan terus menjadi pelopor bagi ormas dan umat Islam yang mengutamakan kebaikan. Beragama itu baik, namun orang-orang beragama hendaknya rajin berbuat baik karena itu jauh lebih baik,” katanya.
Menurutnya, banyak yang sudah berbuat baik, tetapi masih mendapatkan kritikan.

“Para pemimpin saja yang sudah melakukan kebaikan masih bisa dikritik, dipojokan dan dicemooh,” tuturnya.
Untuk itu diharapkan peran MUI selaku pemimpin ormas agar dapat melahirkan kader-kader pemimpin umat yang memiliki kesetiaan, kejujuran dan kehendak- kehendak yang baik,” ujarnya.
Lanjut, Bupati 2 Periode itu mengutarakan bahwa terdapat banyak tantangan yang terjadi di wilayah Negeri Tapal Batas Keerom.
“Kabupaten Keerom dengan wilayah yang subur, luas dengan berbagai suku, ras dan agama ini memiliki begitu banyak tantangan. Kalau kita tidak jaga silaturahim ini maka itu akan menjadi tantangan terbesar. Mari kita terus jaga persatuan dan kesatuan,” imbuhnya.
Diakhir sambutannya, Bupati Keerom juga berpesan agar Rakerda MUI fokus terhadap berbagai masalah yang ada di seputar umat.
“Saya titip diantaranya masalah kebersihan lingkungan, ganja, miras, judi dan juga praktek-praktes prostitusi terselubung. Hal tersebut perlu mendapat kajian dalam Rakerda agar dibawa dalam forum lintas agama.
“Setiap 2 bulan forum lintas agama dan juga forum masyarakat adat bisa duduk bersama membahas isu-isu kekinian yang ada ditengah-tengah masyarakat, saya akan dukung,” pungkasnya,” (sb))












