Cianjur harianpers. Com (6 Agustus 2025) Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, seorang kuli bangunan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membentangkan bendera merah putih raksasa sepanjang 680 meter. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air serta untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.
Ecen Rosadi, warga Kampung Darmaga, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, adalah sosok di balik inisiatif tersebut. Sejak kecil, Ecen dikenal memiliki kecintaan yang kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selama belasan tahun, ia menyisihkan sebagian penghasilannya sebagai kuli bangunan untuk mewujudkan keinginannya membentangkan bendera raksasa di kampung halamannya sendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bendera merah putih yang ia pasang memiliki panjang 680 meter dengan lebar 1,6 meter. Semua biaya pembuatan ditanggung secara pribadi. Ia mengaku mulai menabung sejak beberapa tahun lalu, dengan menyisihkan sekitar tiga ratus hingga lima ratus ribu rupiah setiap tahun, hingga akhirnya terkumpul belasan juta rupiah.
“Proses pembuatan bendera ini cukup lama. Setelah uang terkumpul, saya beli bahan kain merah dan putih, lalu menjahitnya bersama adik. Setelah jadi, saya juga beli kayu untuk penyangganya, yang saya ambil sendiri dari hutan. Pemasangan pun saya lakukan sendiri,” ujar Ecen saat diwawancarai.
Ecen menambahkan, bendera raksasa ini merupakan yang kelima kalinya ia pasang untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI. Setiap tahun, ukuran bendera selalu ia perbesar. Selain sebagai bentuk kecintaan pada negara, ia berharap langkah kecil ini dapat menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk lebih menghargai jasa para pahlawan.
Meski dikerjakan seorang diri, Ecen tetap meminta izin kepada pihak pemerintah setempat, mulai dari kepala desa, camat, hingga kepolisian dan tokoh masyarakat. Bendera raksasa itu dipasang di sepanjang jalan protokol desa menjelang 17 Agustus.
Aksi Ecen Rosadi menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan dan nasionalisme tak harus ditunjukkan dengan hal besar. Dengan niat tulus dan pengorbanan pribadi, ia telah memberikan contoh bagaimana warga biasa pun bisa berkontribusi untuk bangsa.












