~Heboh Masyarakat Subang Di gegerkan dengan “Dugaan adanya uang haram Rotasi mutasi ” dan Upeti ~

- Penulis

Sabtu, 15 November 2025 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HarianPers Subang 14/11/25
Adanya pengunduran diri Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Subang dr Maxi, yang  sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Subang, cukup menyedot perhatian public. Di balik semua itu, ternyata berimbas  terkuaknya fenomena yang sangat mengejutkan Publik Subang.

Adanya dugaan praktek pat gulipat yang mengharuskan para Kepala OPD menyetor Upeti atau setoran rutin,  Puluhan hingga Ratusan Juta Rupiah sangat memberatkan para Kepala OPD di jajaran Pemkab Subang .

Adanya seteron wajib ini guna memenuhi kebutuhan berlebihan Oknum penguasa Daerah, dimana polanya mirip “Bursa Saham”.
Hal itu diungkapkan ketua LSM KOMPAK Subang ,Permana WT pada saat ketemu langsung dgn dr Maxi Sabtu (8/11/2025).
Permana membeberkan, bila pengakuan mantan Kepala Dinas Kesehatan Subang dr. Maxi yang secara blak-blakan ,, dirinya merasa dijadikan “sapi perahan”, oleh oknum penguasa Daerah itu, bukan isapan jempol belaka, seperti dilansir dari beberapa media .

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

dr.Maxi secara explisit menyebutkan, penyerahan uang Rp 100.000.000 ( seratus juta rupiah ) dilakukan dua kali pada bulan yang berbeda di tahun 2025. “Saya kasih ke Pak Heri Sopandi (saat itu menjabat Kadis PUPR) uang tunai Rp.50 juta di bulan April, dan Rp.50 juta bulan Juli, untuk disetorkan ke Bupati Subang,” ungkap Dr.Maxi.

Baca Juga:  Lemahnya Pungsi Pengawasan Disdikpora Kabupaten Cianjur Membuat FPPC Geruduk Kantor Disdik

Menurut Permana dari beberapa pengakuan  dari mantan Kadinkes Subang penghimpunan setoran / Upeti dari para Kepala OPD, mekanismenya secara bergilir setiap periode tertentu, dan terorganisir harus sampai target yang di minta penguasa .
Mencapai Rp 500. 000.000 ( lima ratus juta rupiah ) untuk sedikitnya 4 sampai 5 OPD , masing-masing OPD nominalnya variatif,  tergantung potensi OPD. Bila OPD-nya potensial seperti PUPR, kebagaian cukup besar.
Sepengetahuan bang ginting pada periode itu, seperti Dinas PUPR kebagian jatah Rp. 250 juta kemudian OPD lainnya, ada yang kebagian jatah Rp.100 juta, Rp.50 juta, dst, sehingga genap terhimpun Rp.500 juta.

Setiap periode tertentu, sesuai dengan kebutuhan penguasa daerah, lalu kolektor, atau Pejabat yang di tunjuk untuk keliling mendatangi dan memungut cuan Upeti itu ke sejumlah OPD yang terkena giliran, jadi polanya seperti bursa saham gitu,” ungkap Bang Ginting.

Permana ( Sekjen Kompak ) menyebutkan, seteoran rutin tersesbut, di duga, selain untuk bergaya hedon, dengan mobil pribadi mewah, harga wah, termasuk Moge yang sebelumnya keliling desa, selalu menggunakan motor vespa, kini berganti jadi moge. Bupati termuda Bupati Ngabret, ternyata oh…..ternyata, menyimpan misterius yang sangat membahayakan, di balik semua pencitraannya itu.

Baca Juga:  FKJI & FPWI Instruksikan Anggota Hadir di Aksi Puncak Penolakan Pengosongan GPI

“Maka untuk itu LSM KOMPAK dalam waktu dekat akan menggelar aksi unjuk rasa damai ke gedung DPRD dan Pemda Subang … Insya Allah kami akan segera melaporkan agar Aparat penegak hukum segera bertindak untuk pemangilan kepada pihak – pihak yang di duga melakukan perbuatan tindak pidana korupsi gaya baru, dan LSM Kompak akan mengundang fakar hukum. Hasil kajian nanti akan kita serahkan ke KPK,” tegas nya .
Ketika di singgung tentang data dugaan Upeti tersebut, dengan tegas dia menyatakan, jika LSM Kompak sudah berbicara, jangan pernah ragukan data yang dimiliki LSM Kompak, semuanya sudah siap, yang pastinya tunggu saja KPK akan turun ke Subang. “Soal data dugaan yang LSM kompak ungkapkan, pastinya kami sudah mengantonginya. Tunggu saja KPK pasti akan turun ke Subang,” tandasnya ….( Hnd /Wnd )

 

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Guru Ngaji, Kesra Cianjur Adakan Bimtek Pendataan BNBA
Kades Cisaga tinjau proyek gorong gorong di jalan Kabupaten
Semarak Harlah ke-58 Kopri Al-Azhary: Ruang Perempuan PMII Kian Menguat
Maxim Beri Penghargaan Best Driver kepada Mitra Ojol Bandung dengan Layanan Terbaik
Cianjur Berlari 5K 2025: Tiket Sold Out, Persiapan Capai 95 Persen
Siaga 24 Jam Tanpa Biaya, Layanan 112 Diapresiasi dalam Forum PWI Cianjur
BNN Cianjur Musnahkan Tanaman Narkotika Jenis Khat (Catha edulis)
Solidaritas atau Kebijakan Janggal? Potongan Dana KPM Sukamaju Jadi Sorotan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:34 WIB

Penguatan Kapasitas Guru Ngaji, Kesra Cianjur Adakan Bimtek Pendataan BNBA

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:57 WIB

Kades Cisaga tinjau proyek gorong gorong di jalan Kabupaten

Senin, 1 Desember 2025 - 15:53 WIB

Semarak Harlah ke-58 Kopri Al-Azhary: Ruang Perempuan PMII Kian Menguat

Senin, 1 Desember 2025 - 15:42 WIB

Maxim Beri Penghargaan Best Driver kepada Mitra Ojol Bandung dengan Layanan Terbaik

Sabtu, 29 November 2025 - 11:15 WIB

Cianjur Berlari 5K 2025: Tiket Sold Out, Persiapan Capai 95 Persen

Berita Terbaru

Menteri PKP–PWI Fasilitasi 5.000 Rumah Wartawan

Berita

Menteri PKP–PWI Fasilitasi 5.000 Rumah Wartawan

Sabtu, 6 Des 2025 - 11:01 WIB