PT PJI Laporkan Dugaan PEMERASAN & ANCAMAN Oleh Oknum Anggota DPR RI

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HarianPers || JAKARTA – Misi kemanusiaan yang seharusnya berbuah apresiasi justru berujung pada aksi premanisme berkedok institusi negara. Sebuah perusahaan agen penempatan awak kapal (manning agency) di Jakarta melaporkan adanya teror dan upaya pemerasan setelah mereka berhasil memulangkan 13 Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak di kawasan konflik perang di Iran vs US.

Saat ditemui Media Meteor News Dirut PT. PJI dikantornya yang beralamat Jl. Garuda Lebak Agung No. 33 RT 01 RW 03 Desa Bongkok, Kec. Kramat, Kab. Tegal kode pos 52181, Jawa Tengah – Indonesia menyampaikan, teror ini dilakukan oleh oknum yang secara terang-terangan mencatut dan mengatasnamakan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

“0knum anggota DPR RI atas nama Muhajirin saad langsa tersebut menghubungi pihak manajemen perusahaan secara intensif, menuntut sejumlah dana dengan dalih sebagai “uang kinerja” dan “biaya koordinasi” atas proses pemulangan ke-13 pelaut tersebut. Oknum itu mengklaim bahwa kepulangan para ABK tidak akan berjalan mulus tanpa adanya campur tangan “jalur politik” di Senayan.”

Pihak perusahaan membantah keras adanya keterlibatan politisi manapun dalam proses repatriasi tersebut. Pemulangan 13 ABK itu murni merupakan hasil kerja keras dan tanggung jawab mutlak perusahaan yang berkoordinasi langsung dengan otoritas terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, sesuai dengan prosedur keselamatan. Terangnya.

Sementara itu, Sekjen INFISA Muchlisin mengutuk keras dengan adanya tindakan yang tidak bermoral dan sangat mencederai rasa kemanusiaan. Kami Infisa bersama perusahaan, berjibaku mengeluarkan dana dan tenaga untuk mengevakuasi nyawa para pelaut kita dari zona perang yang memanas, justru ada pihak tak bertanggung jawab yang mencoba memeras dengan berlindung di balik nama besar institusi DPR RI.

“Kami Infisa mengutuk keras dengan ancaman dan pemerasan Oknum anggota DPR RI atas nama Muhajirin saad langsa. Teror verbal yang mengancam akan mempersulit izin usaha dan memblokir jalur birokrasi perusahaan di masa mendatang jika “uang kinerja” tersebut tidak segera disetorkan.” Tegasnya.

Kami Infisa juga mendesak MKD dan Pemerintah harus Turun Tangan dalam menyikapi persoalan ini, kami INFISA dan perusahaan tengah melakukan konsolidasi internal serta mempelajari lebih lanjut untuk mengumpulkan seluruh bukti komunikasi, baik berupa rekaman panggilan suara maupun jejak pesan digital oleh tim kuasa hukum.

Baca Juga:  Bupati Indramayu Lucky Hakim Serahkan 769 SK Pengangkatan PPPK Tahap I

Kemudian Sebagai langkah awal, publik dan pemerhati ketenagakerjaan mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI untuk bersikap proaktif. Institusi parlemen harus segera menelusuri dugaan pencatutan ini.

Jika oknum tersebut terbukti merupakan anggota legislatif, tindakan ini jelas merupakan pelanggaran etik berat. Sebaliknya, jika ini adalah aksi penipuan oleh pihak luar, DPR RI berkewajiban untuk membersihkan nama baik institusinya dari praktik lintah darat semacam ini.

Di sisi lain, pemerintah, khususnya kementerian terkait yang menaungi pelindungan pekerja migran dan awak kapal, dituntut untuk memberikan perlindungan penuh kepada perusahaan. Kasus ini menjadi preseden buruk bagi iklim penempatan tenaga kerja di Indonesia. Ketika pihak swasta telah menjalankan kewajibannya mengevakuasi pahlawan devisa dari garis depan konflik, negara harus memastikan mereka tidak menjadi korban perburuan rente birokrasi dan ancaman premanisme politik. (Red).

Penulis : Readaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Masyarakat

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PANSUS DPRD Indramayu, Pengaruhi LKPJ BUPATI 2025 dan Potensi Interpelasi
INFISA : KEMENLU RI Di Tuding Lamban Tangani Pemulangan 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran
Oknum Anak Pejabat Wakil Bupati Di Duga Serobot Lahan Perhutani di Cikawung
Bupati Indramayu Lucky Hakim Sukses Raih PenghargaanTOP BUMD Awards 2026
Widiarti Di Duga Jual Emas Palsu Pakai Surat Toko Mas Kresno, Hj Tempuh Jalur Hukum
Ruslandi,S.H : Pelepasan Ribuan MIHOL Oleh SAT POL PP Sudah CUkup Kuat Untuk Di Tindak Lanjuti Secara Hukum
‎Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar Sambut Presiden Prabowo dalam Kunjungan Kerja ke Magelang
Bupati Lucky Gerak Cepat Pulangkan Tujuh Pekerja Terlantar di Papua
PT PJI Laporkan Dugaan PEMERASAN & ANCAMAN Oleh Oknum Anggota DPR RI

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 12:45 WIB

PT PJI Laporkan Dugaan PEMERASAN & ANCAMAN Oleh Oknum Anggota DPR RI

Jumat, 17 April 2026 - 22:28 WIB

PANSUS DPRD Indramayu, Pengaruhi LKPJ BUPATI 2025 dan Potensi Interpelasi

Kamis, 16 April 2026 - 21:06 WIB

INFISA : KEMENLU RI Di Tuding Lamban Tangani Pemulangan 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 - 20:59 WIB

Oknum Anak Pejabat Wakil Bupati Di Duga Serobot Lahan Perhutani di Cikawung

Selasa, 14 April 2026 - 19:51 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Sukses Raih PenghargaanTOP BUMD Awards 2026

Berita Terbaru

Uncategorized

Seluruh ASN Akan di Evaluasi ; Apa Pesan Bupati Piter Gusbager ?

Senin, 27 Apr 2026 - 11:47 WIB

Uncategorized

Polisi Segera Tindak, Peredaran Obat Terlarang Di Puntang Merajalela

Jumat, 24 Apr 2026 - 17:18 WIB

Uncategorized

Renja OPD 2027 Selaras 8 Klaster Transformasi Visi Misi Bupati Keerom

Jumat, 24 Apr 2026 - 14:00 WIB