Harianpers.Com // Pemerintah kabupaten Keerom memiliki komitmen untuk membangun daerah ke arah yang lebih baik.
Hal tersebut dikatakan PLT Sekda Noak Wasanggai, S.Sos usai melaksanakan kegiatan pembayaran ganti untung lahan lokasi Alun-Alun Asyaman, lahan Kompi Arso VI dan lahan pembangunan 33 BTS di Kabupaten Keerom, Kamis (7/5/26) di Kantor Bupati Keerom, Arso Kota.
Menurutnya, tanah milik masyarakat adat adalah bagian yang harus di hargai.
“Pembayaran ini merupakan penghargaan kepada masyarakat dimana mereka pernah punya sejarah hidup disitu,” sebutnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah daerah membangun semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat, sehingga pembayaran ini sebagai bentuk ucapan terimakasih.
“Maka mewakili Bapak Bupati Piter Gusabager, saya menyerahkan uang tali asih yang merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun daerah,” ujarnya.
Dirinya juga berharap kepada masyarakat adat pemilik hak ulayat untuk terus mendukung kebijakan pembangunan di Kabupaten Keerom.
“Selanjutnya uang yang diberikan pemerintah dapat diatur dengan baik sesuai dengan haknya masing-masing,” pungkasnya.
Pantauan media, seremoni penyerahan uang ganti untung lahan di laksanakan oleh Dinas Perumahan Pertanahan dan Pemukiman Kabupaten Keerom beserta jajaran disaksikan tokoh-tokoh adat pemilik hak ulayat.
Sementara itu, PLT Kadis Perumahan Henry Borotian mengatakan bahwa penyerahan ganti untung lahan Alun-Alun kepada pemilik merupakan tahap pertama.

“Usai pembayaran tahap awal ini, maka kami akan turun untuk meninjau kembali lokasi alun-alun memastikan luasan areanya. Selanjutnya tempat ini akan menjadi aset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom,” tutupnya.
Ganti untung lahan lokasi Alun-Alun Asyaman diserahkan sebesar Rp.1 Milyar kepada Maximus Borotian, Lahan halaman Kompi Arso VI senilai Rp.250 juta kepada Deus Borotian dan pembayaran lahan BTS Kampung Yowong kepada Anselmus Tafor dan sejumlah pihak pemilik lahan BTS lainnya. (red).












