Pelayanan RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng Buruk, Masyarakat Kecewa

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peristiwa yang terjadi Jumat, 9 Mei 2026 itu kini menjadi sorotan masyarakat setelah keluarga menilai pelayanan rumah sakit pemerintah tersebut sangat buruk dan tidak memiliki empati terhadap pasien maupun keluarga korban kecelakaan. Menurut keluarga, Jessica harus dirujuk ke rumah sakit lain karena membutuhkan penanganan lebih lanjut. Namun saat keluarga meminta ambulans rumah sakit, permintaan tersebut disebut tidak diperbolehkan dengan alasan pasien berstatus rujuk mandiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, pihak keluarga menegaskan mereka tidak meminta gratis. Bahkan keluarga siap membayar penuh biaya ambulans secara mandiri demi keselamatan Jessica selama perjalanan menuju rumah sakit tujuan.

Baca Juga:  Setda Aep Surahman Gelar Sosialisasi Bidang Tata Ruang

“Kami tidak meminta gratis, kami siap bayar ambulans. Yang kami pikirkan hanya keselamatan anak kami. Tapi kenapa tetap tidak diperbolehkan,” ujar Maesih dengan mata berkaca-kaca.

Yang membuat keluarga semakin kecewa, ambulans rumah sakit disebut sedang tersedia dan tidak digunakan. Bahkan sopir ambulans dikabarkan siap menjalankan tugas apabila mendapat izin dari pihak terkait. “Kalau ambulans sedang dipakai atau tidak ada sopir kami masih bisa mengerti. Tapi ini mobil ada, driver siap, keluarga siap bayar, lalu apa lagi alasan menolaknya?” kata pihak keluarga.

Di tengah kepanikan memikirkan kondisi Jessica, keluarga juga mengaku kesulitan mendapatkan kepastian pelayanan karena nurse station di ruang pelayanan disebut sempat kosong tanpa petugas berjaga. “Kami panik mencari petugas karena anak kami harus segera dirujuk, tapi nurse station kosong. Kami seperti dibiarkan bingung sendiri,” ungkap keluarga dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut memunculkan kritik keras terhadap pelayanan publik rumah sakit, terutama dalam menangani pasien korban kecelakaan yang membutuhkan penanganan cepat dan transportasi medis aman.Bagi keluarga, alasan administratif terkait status “rujuk mandiri” dinilai tidak seharusnya mengalahkan keselamatan pasien. Terlebih kondisi Jessica disebut tidak memungkinkan menggunakan kendaraan pribadi biasa.

Baca Juga:  FKJI & FPWI Instruksikan Anggota Hadir di Aksi Puncak Penolakan Pengosongan GPI

“Kalau keluarga yang siap bayar saja diperlakukan seperti ini, bagaimana masyarakat kecil yang tidak punya kendaraan, tidak punya keluarga, atau tidak punya uang. Mau dibawa pakai apa pasiennya?” ujar keluarga.

Masyarakat pun berharap pihak terkait, mulai dari Dinas Kesehatan hingga pemerintah daerah, turun tangan melakukan evaluasi serius terhadap pelayanan di rumah sakit tersebut. Sebab rumah sakit bukan hanya tempat administrasi pelayanan kesehatan, tetapi tempat masyarakat mencari pertolongan saat kondisi darurat dan mempertaruhkan nyawa keluarga mereka.

“Jangan sampai rumah sakit terkesan cuek terhadap orang yang sedang butuh pertolongan. Ini soal kemanusiaan,” tutup keluarga korban.Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng belum memberikan keterangan resmi terkait alasan tidak diizinkannya penggunaan ambulans meski unit dan pengemudi disebut tersedia saat kejadian berlangsung.

Penulis : Andriani

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Masyarakat

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Tabrak Lari yang Menewaskan Pengacara di Cianjur Berakhir Damai Secara Kekeluargaan
Pemkab Cianjur Gelontorkan Rp1 Miliar, Ratusan Atlet Jalani Tes Fisik Jelang Porprov Jabar 2026
Tender Infrastruktur Pemkab Indramayu 2026 Berjalan Kompetitif
Poepoen Gelar Tari kreasi Nusantara
ITDA Cianjur Nyatakan Kades Sukaraharja Bersih, Tuduhan Korupsi DD Tak Terbukti
Dukungan Nyata untuk Atlet Disabilitas, Bupati Indramayu dan Perusahaan Jepang Serahkan Bantuan
PT INDAH RAYA SANTOSA CABANG JABAR Berbagi Kasih Bersama Anak Yatim Piatu
Buruk Koordinasi, Dinas KB Cianjur Hadiri Rapat Pansus Tanpa Pejabat Bidang
Pelayanan RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng Buruk, Masyarakat Kecewa

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 23:05 WIB

Kasus Tabrak Lari yang Menewaskan Pengacara di Cianjur Berakhir Damai Secara Kekeluargaan

Senin, 11 Mei 2026 - 19:43 WIB

Pemkab Cianjur Gelontorkan Rp1 Miliar, Ratusan Atlet Jalani Tes Fisik Jelang Porprov Jabar 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 11:14 WIB

Pelayanan RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng Buruk, Masyarakat Kecewa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:44 WIB

Poepoen Gelar Tari kreasi Nusantara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:08 WIB

ITDA Cianjur Nyatakan Kades Sukaraharja Bersih, Tuduhan Korupsi DD Tak Terbukti

Berita Terbaru