Lahir dan tumbuh dari lingkungan desa, Kusnandar Ali hadir dengan pesan yang sederhana namun kuat: perubahan tidak harus lahir dari warisan kekuasaan, tetapi dari keberanian untuk merintis perjuangan bersama rakyat. Semangat “Perintis bukan Pewaris” menjadi gambaran perjalanan dan cara pandangnya dalam melihat masa depan Cianjur.
Di tengah masyarakat yang mulai jenuh dengan janji politik berlebihan, Kusnandar Ali justru tampil dengan pendekatan yang lebih membumi. Ia lebih sering berbicara tentang kerja nyata, kebersamaan, dan solusi sederhana yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Slogan “Ada kopi, ada solusi” pun menjadi ciri khas yang melekat di berbagai kegiatan dan pertemuan bersama warga. Bagi sebagian masyarakat, kalimat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan simbol kedekatan, ruang diskusi, dan semangat mencari jalan keluar bersama untuk kemajuan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak warga menilai, Cianjur saat ini membutuhkan sosok yang mampu mendengar, hadir di tengah masyarakat, dan bekerja tanpa terlalu banyak janji politik. Kehadiran Kusnandar Ali dianggap membawa harapan baru bagi masyarakat yang menginginkan perubahan dengan cara yang lebih sederhana, jujur, dan nyata.
Dengan gaya yang santun dan dekat dengan masyarakat, Kusnandar Ali terus mendapat perhatian publik sebagai salah satu figur yang dinilai mampu membawa semangat baru untuk mewujudkan Cianjur yang lebih baik.
Penulis : Salma, S.H
Editor : Ramdani












