Pesantren Dzuriyyah Thoyyibah Cianjur Integrasikan Nilai Agama dengan Aksi Lingkungan dan Sosial

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR Harianpers.com– Pesantren tak hanya jadi pusat kajian agama. Pondok Pesantren Keluarga Muslim Dzuriyyah Thoyyibah (PKM-DT) Cianjur membuktikan diri sebagai institusi yang aktif menjawab isu lingkungan dan sosial masyarakat.

Di bawah asuhan KH Ayi Deddi, http://S.Ag., pesantren ini menjalankan program yang memadukan nilai spiritual dengan kepedulian terhadap alam dan kemanusiaan. Semua berangkat dari visi besar pesantren: mencetak santri yang beriman, bertaqwa, mandiri, dan solutif.

Gerakan Lingkungan Berbasis Santri
Setiap Jumat, santri PKM-DT menggelar Jumat Bersih untuk membersihkan area pesantren dan tempat ibadah. Pada Senin, kegiatan serupa dilakukan di fasilitas publik dan jalan umum Cianjur melalui program Senin Berseka.

Pesantren juga mengelola sampah secara mandiri. Sampah organik dan anorganik dipisahkan, sementara residu diolah menggunakan teknologi media sentinator yang minim emisi.

Menurut KH Ayi Deddi, kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi proses pembentukan karakter.
“Melalui program ini santri belajar disiplin, kreatif, dan tangguh secara mental melalui proses shobirun,” ujarnya.

Fokus pada Anak Yatim dan Korban Perceraian
Sisi kemanusiaan pesantren diwujudkan lewat program DT Peduli. Selain tanggap bencana, PKM-DT memberi perhatian khusus pada anak yatim dan anak dari keluarga broken home. Mereka disantuni dan dibina agar tetap mendapat pendidikan dan masa depan yang layak.

Baca Juga:  Pemdes Galudra Adakan Rakor Ditenda Darurat

 

KH Ayi Deddi menekankan, santri harus tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi orang lain.
“Kami ingin melahirkan santri yang hidup mandiri, berjamaah, dan mampu menjadi solusi bagi persoalan kehidupan dan keluarga,” katanya.

Kurikulum Agama yang Adaptif
Untuk mendukung itu semua, PKM-DT menerapkan kurikulum yang menggabungkan kajian Al-Qur’an, Sunnah, Hadis, Ijma’, dan Qiyas. Pendekatan salaf dipadukan dengan metode modern agar santri kuat dalam ilmu agama sekaligus peka terhadap perubahan sosial.

Dengan konsistensi program ini, PKM-DT menunjukkan bahwa pesantren bisa melahirkan generasi yang tidak hanya alim, tapi juga peduli dan solutif terhadap persoalan bangsa.

Penulis : Tomi

Editor : SLS

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4 Dugaan Pelanggaran Regulasi Warnai Seleksi Capim Baznas Cianjur
Konsolidasi PDIP Cianjur: Adian Dorong Negara Hadir untuk UMKM
Pemkab Cianjur Gelontorkan Rp1 Miliar, Ratusan Atlet Jalani Tes Fisik Jelang Porprov Jabar 2026
Pelayanan RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng Buruk, Masyarakat Kecewa
Tender Infrastruktur Pemkab Indramayu 2026 Berjalan Kompetitif
Poepoen Gelar Tari kreasi Nusantara
ITDA Cianjur Nyatakan Kades Sukaraharja Bersih, Tuduhan Korupsi DD Tak Terbukti
Dukungan Nyata untuk Atlet Disabilitas, Bupati Indramayu dan Perusahaan Jepang Serahkan Bantuan

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:00 WIB

Pesantren Dzuriyyah Thoyyibah Cianjur Integrasikan Nilai Agama dengan Aksi Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 16 Mei 2026 - 06:14 WIB

4 Dugaan Pelanggaran Regulasi Warnai Seleksi Capim Baznas Cianjur

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:37 WIB

Konsolidasi PDIP Cianjur: Adian Dorong Negara Hadir untuk UMKM

Senin, 11 Mei 2026 - 19:43 WIB

Pemkab Cianjur Gelontorkan Rp1 Miliar, Ratusan Atlet Jalani Tes Fisik Jelang Porprov Jabar 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 11:14 WIB

Pelayanan RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng Buruk, Masyarakat Kecewa

Berita Terbaru

Uncategorized

Kejurda Bupati Keerom Cup Motocross &Grasstrack Seri II Resmi di Buka

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:56 WIB