INDONESIA HARUS MENGGUNAKAN ILMU KESEIMBANGAN DALAM KEBIJAKAN MENURUT PROF KH SUTAN NASOMAL SH,MH

- Penulis

Senin, 25 November 2024 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor. Ada sesuatu yang hilang dalam roda pemerintahan selama ini dan memberikan dampak yang sangat luar biasa. Tiba tiba ada hal yang mengejutkan semua pemerhati INDONESIA baik di ekonomi dan di sektor industri. Ini juga mengejutkan PROF KH SUTAN NASOMAL SH,MH sebagai pemerhati keadaan ekonomi Masyarakat luas dan Dunia Industri Indonesia. Kepada media hal ini di sampaikan (Minggu 24/11/2024)

 

Ada apa dengan ramai ramainya perusahaan menutup usahanya. PHK terjadi seperti tsunami yang luar biasa. Tatanan yang sudah dibangun puluhan tahun hancur seketika. Hingga perusahaan sebesar SRITEX saja harus gulung tikar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

APA YANG TERJADI DENGAN INDONESIA

Itulah pertanyaan yang ada dalam pemikiran kita semua

 

Apakah sistem yang berjalan saat ini seperti kendaraan yang tidak memiliki rem.

Apakah sistem yang berjalan saat ini seperti seperti perahu tak bernakoda

 

INDONESIA di bangun selama ini bersumber dari kepercayaan yang luas dan kepercayaan itu dari RAKYAT INDONESIA dan masyarakat Internasional.

 

Dahulu berjalan ILMU KESEIMBANGAN sehingga kemakmuran tercipta dan program yang sehat terserap ke seluruh lapisan masyarakat. Kejayaan lahir dari harmonisasinya hubungan baik sang penguasa dan yang memberikan kuasa nyaitu masyarakat.

 

Kini terkotak kotak dan membutakan seluruh para ahli negarawan dan penguasa sehingga terjadi hal yang terbalik. Kepentingan sekelompok orang mengalahkan kepentingan luas masyarakat.

Baca Juga:  Kecamatan Indramayu Kerahkan Tim GabunganTertibkan Bangunan Liar

Apakah para anggota DPR RI tidak mampu memberikan nasehat pada penguasa agar jangan membawa ugal ugalan perahu besar yang bernama NKRI. Kasihan harusnya sama masyarakat yang merasakan dampaknya atau dihadapkan oleh polemik saat ini. Pajak di naikkan tetapi pendapatan masyarakat semakin kecil dan hancur. Para pengusaha juga mengalami kebangkrutan hingga harus menutup pintu pintu kemampuannya.

 

Kita saat ini memang harus terkejut. Ketika seseorang membutuhkan kaca mata baca yang memiliki model dan desaign sangat bagus. Bisa di dapatkan di belanja online hanya Rp 17.000. Harga di eceran optik 550.000. Diantar sampai rumah karena belanja online. Tidak membuang biaya ongkir.

 

Kalau anda pergi ke tempat optik dengan menggunakan kendaraan umum atau pribadi guna menuju tempat optik pasti biayanya akan bertambah. Hal ini ada kajian yang perlu semua instrumen masyarakat dan pemerintah menyadari.

 

Murahnya belanja online adalah PETAKA pada semua INDUSTRI dan usaha masyarakat yang sudah puluhan tahun di bangun dan menjadi sumber penghasilan pemerintah dari penerimaan pajak. Seperti dirontokkan para pelaku industri kemudian distributor dan agen agen pemasaran.

Baca Juga:  Patut Dibanggakan, Putra Indramayu Turut Andil Dalam Program Revitalisasi Nasional

 

Anehnya ada apa para pihak di bangku kekuasaannya diam saja melihat belanja online ini menghancurkan tatanan Dunia Industri Indonesia dan ladang usaha masyarakat luas.

 

Ada jutaan item pada pasar online yang perlu di normalkan dengan kebijakan pemerintah. Mengapa tidak dikenakan TEX atau pajak pendapatan pemerintah. Padahal kalau di kenakan pajak 100% maka akan membantu pendapatan pajak pemerintah. Mungkin yang harga tidak normal dipasar online dan merusak DUNIA INDUSTRI INDONESIA bisa di netralkan menjadi harga normal.

 

Negara negara ASIA banyak menggunakan pajak/tax 100% pajak untuk pasar online dan importir agar DUNIA INDUSTRI yang negara tersebut miliki tidak terganggu.

 

Begitu juga serangan dari luar negri yang masuk ke seluruh pelabuhan INDONESIA membawa ribuan kontainer berisikan macam macam produk industri dari luar negri dengan harga tidak normal. Maka para pelaku UMKM INDONESIA mengalami kerugian yang tidak baik. Seperti disuntik mati pasar UMKM INDONESIA.

 

Himbauwan dari PROF KH SUTAN NASOMAL SH,MH kepada semua pihak dipemerintah agar gunakan ILMU KESEIMBANGAN dan jangan hancurkan tatanan industri yang INDONESIA miliki dan jangan hanya pandai menggenjot pajak agar masyarakat tidak bisa makan.

 

Narasumber : PROF KH SUTAN NASOMAL SH,MH

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD INDRAMAYU Gelar Rapat Laporan Pansus 5 Rencana Alih Status RSUD R.A & Penyertaan Modal PT BPR
Sidang Pembunuhan Paoman Kembali Ricuh, Priyo Sebut Polisi Datang ke Lapas
AMKI INDRAMAYU Minta PN Perketat Kasus Pembunuhan Paoman
Kirab Tatar Sunda Meriah, Kehadiran Lucky Hakim Jadi Magnet Perhatian
Bupati Lucky Hakim Apresiasi Aisyah Maulidah Lolos Go International
Kusnandar Ali, Semangat Baru dari Desa untuk Cianjur Lebih Baik
Kasus Tabrak Lari yang Menewaskan Pengacara di Cianjur Berakhir Damai Secara Kekeluargaan
Pelayanan RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng Buruk, Masyarakat Kecewa

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:41 WIB

DPRD INDRAMAYU Gelar Rapat Laporan Pansus 5 Rencana Alih Status RSUD R.A & Penyertaan Modal PT BPR

Senin, 18 Mei 2026 - 18:36 WIB

Sidang Pembunuhan Paoman Kembali Ricuh, Priyo Sebut Polisi Datang ke Lapas

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:30 WIB

AMKI INDRAMAYU Minta PN Perketat Kasus Pembunuhan Paoman

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:16 WIB

Kirab Tatar Sunda Meriah, Kehadiran Lucky Hakim Jadi Magnet Perhatian

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:51 WIB

Bupati Lucky Hakim Apresiasi Aisyah Maulidah Lolos Go International

Berita Terbaru

Uncategorized

Para Juara 4 Kategore Telah Menerima Hadiah Motor.

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:21 WIB