CIANJUR HARIANPERS.COM– Komunitas Jaringan Intelektual Muda (JIM) menggelar kegiatan sosial bertajuk Safari dan Santunan Yatim-Dhuafa pada Sabtu 12 Juni 2025 bertempat di Masjid Al-Muhajirin, Desa Sukaratu kecamatan bojongpicung , Kampung Darmaga. Acara ini dimulai sejak pukul 15.30 WIB dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dengan suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Tilawatil Qur’an, sebagai bentuk ikhtiar spiritual serta doa bersama untuk kelancaran dan keberkahan acara. Suasana religius tampak begitu kental, menunjukkan semangat kebersamaan antara masyarakat, tokoh agama, dan para pemuda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, M. Ihsannul Akmal. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata dari kepedulian sosial dan ibadah.
“Kegiatan Safari dan Santunan Yatim-Dhuafa yang digagas oleh Jaringan Intelektual Muda Cianjur ini merupakan simbol pengabdian, keikhlasan, dan nilai ibadah yang ingin terus kami tanamkan dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Dewan Penasihat JIM, Kang Asep J.S., juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus, dan masyarakat, khususnya jajaran pengurus DKM Masjid Al-Muhajirin.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal sholeh dan mampu menginspirasi kegiatan serupa di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi wejangan atau tausiyah dari salah satu tokoh agama setempat. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya memperhatikan hak-hak anak yatim dan kaum dhuafa, sebagaimana yang diajarkan dalam Islam. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan empati dan kepedulian sosial sebagai bagian dari ibadah harian.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Proses distribusi dilakukan secara bertahap dalam tiga kelompok untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan. Setiap penerima mendapatkan bingkisan serta sejumlah uang tunai sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian dari para donatur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Jaringan Intelektual Muda dalam membangun kepedulian sosial, mempererat ukhuwah, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat












