CIANJUR HARIANPERS.COM — Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Cianjur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan kapasitas pendataan Basis Data Terpadu (BNBA) bagi guru ngaji tingkat desa dan RT, Jumat (5/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Bale Praja Pendopo Cianjur ini diikuti para Koordinator Kecamatan (Korcam) dari 32 kecamatan se-Kabupaten Cianjur.
Bimtek dibuka oleh Asisten Daerah I yang mewakili Bupati Cianjur, karena pada waktu bersamaan Bupati tengah menjalankan agenda kemanusiaan di Pulau Sumatera. Acara menghadirkan sejumlah pemateri, mulai dari Tenaga Ahli bidang keagamaan, perekonomian, ketahanan pangan, hingga Kabag Kesra.
Ketua Bidang Keorganisasian FKGN, Rojudin, S.Pd., mengatakan kegiatan berjalan kondusif dan berhasil menyamakan persepsi terkait alur serta teknis pendataan BNBA guru ngaji.
“Harapannya, setelah kegiatan ini kita memiliki pemahaman yang sama dalam melakukan pendataan BNBA guru ngaji, sehingga bersama-sama dapat mendorong penguatan kapasitas para guru ngaji ke depan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua FKGN Kabupaten Cianjur, Mustofa Kamal, mengapresiasi inisiatif Kesra dalam menyelenggarakan Bimtek tersebut.
“Alhamdulillah, bimbingan teknis guru ngaji se-Kabupaten Cianjur telah terlaksana. Semoga bermanfaat bagi pengurus FKGN tingkat kecamatan hingga desa. Kami berharap ke depan kesejahteraan guru ngaji semakin mendapat perhatian,” ungkapnya.
Ketua Bidang Dakwah dan Pendidikan FKGN, Ust. Dadan Hidayatulloh, S.Pd.I., menegaskan pentingnya peran guru ngaji dalam menjaga fondasi keagamaan masyarakat Cianjur yang dikenal religius.
“Guru ngaji memiliki peran vital dan sering bekerja tanpa pamrih dalam memperkuat fondasi keagamaan masyarakat. Di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi, keberadaan mereka sangat esensial, bukan hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam pembangunan sumber daya manusia,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan non-formal seperti pengajian masih menjadi tumpuan utama masyarakat Kabupaten Cianjur, sehingga peningkatan kapasitas guru ngaji menjadi kebutuhan mendesak.
Kegiatan Bimtek ditutup dengan harapan agar para pengurus FKGN dapat menerapkan hasil pelatihan di wilayah masing-masing untuk memperkuat kualitas pendidikan Al-Qur’an serta meningkatkan akurasi dan kerapian pendataan guru ngaji.












