Harianpers.com // Keerom, Bertempat di aula BAPPEDA Kabupaten Keerom telah terlaksana sosialasasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Keerom. 5/5/2036.
Hadir dalam kegiatan ini adalah ; Sekda Kabupaten Keerom, Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Khusus Papua (BP3OKP), Kepala Bidang Perkebunan Provinsi Papua, Pimpinan Komisi Ii DPRD Kabupaten Keerom,
Kepala kantor Pertanahan kabupaten Keerom, Pimpinan Perbankan Cabang Arso, Pengurus APKASINDO dan Pengurus koperasi,para kepala kampung serta para petani kelapa sawit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Psnitia melaporkan progres usulan PSR yang sedang berjalan adalah ; Kampung Bagia seluas 162 hektar, Kampung Wonorejo seluas 248 hektar, Kampung Trsimiyan seluas 59 hektar, Kampung Naramben seluas 63 hektar total 532 Hektar.
Dalam. sambutan nya Bupati Piter Gusbager; ” Kabupaten Keerom secara geografis adalah anugerah, tanah kita adalah tanah yang subur, di tambah dengan iklim yang mendukung bagi pertumbuhan kelapa sawit.
Namun, Potensi alam tidak akan memberikan hasil maksimal jika kita tidak melakukan upaya tata kelola pada tanaman itu sendir, dan saat ini rata rata usia tanaman sawit kita sudah tidak produktif bahkan banyak yang mati.
Penurunan hasil panen adalah dampak nyata yang kita rasakan, jika kita membiarkan pohon tua tetap berdiri tanpa peremajaan, maka kesejahteraan petani kita yang akan menjadi taruhannya.

Program PSR ini bukan sekedar mengganti pohon lama dengan bibit baru namun adalah investasi masa depan melalui.PSR yang bertujuan; a). Meningkatkan produktifitas lahan tanpa harus membuka lahan baru. b).
Menjamin keberlanjutan ekonomi keluarga petani sawit. c). Memperkuat kontribusi sektor perkebunan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).” Tutur nya (SBN).












