Mahkota Binokasih untuk Lindungi Rakyat, Bukan Jadi Kedok Pesta di Tengah Bencana

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR, Harianpers.com– Rencana Karnaval Mahkota Binokasih Sanghyang Pake (MBSP) di Cianjur, Rabu sore (6/5/2026), menuai kecaman keras Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Cianjur.

Aksi penolakan mencuat karena karnaval dibiayai anggaran negara, padahal ratusan korban bencana pergerakan tanah di Cianjur Selatan hingga kini masih hidup terlantar di pengungsian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Cianjur, Abah Suhe, menyebut Mahkota Binokasih sejatinya simbol kepemimpinan Sunda. Mahkota itu pengingat bahwa raja adalah pelindung dan penebar kasih bagi rakyatnya.

Baca Juga:  Terima Audiensi FPP Kabupaten Indramayu, Wakil Bupati Syaefudin: Perkuat Kolaborasi Wujudkan Indramayu REANG

“Ini bukan waktunya pesta karnaval. Rakyat sedang jadi korban bencana, masih terlantar. Jangan jadikan Mahkota Binokasih sebagai alasan menghamburkan uang negara,” tegas Abah Suhe, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake seharusnya jadi pegangan moral pemimpin di Tanah Sunda. Bukan kedok pesta di tengah masyarakat yang terhimpit bencana dan krisis ekonomi.

“Apa yang dicari Gubernur Dedi dari karnaval ini? Kalau cari elektoral, mental KDM harus direhabilitasi dulu. Rakyat jatuh sengsara, anggaran negara malah dipakai pesta pora,” kritiknya tajam.

Baca Juga:  KDM Hentikan Aktivitas Pengangkutan Tanah di Desa Bobojong

Abah Suhe membandingkan dengan simbol Eyang Surya Kencana di Cianjur. “Eyang Surya Kencana wujudnya jadi kampus untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan naik kuda kencana, foya-foya dengan uang rakyat di saat rakyat sengsara,” ujarnya.

Aliansi mendesak Pemprov Jabar dan Pemkab Cianjur membatalkan karnaval dan mengalihkan anggaran untuk penanganan korban bencana.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara Karnaval MBSP dan Pemprov Jabar belum memberi tanggapan resmi.

Penulis : Tomi

Editor : SLS

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raperda Kesehatan Cianjur Kelar Diselaraskan, Pansus II Ultimatum: Stop Puskesmas Persulit Rujukan
Pansus III DPRD Cianjur Rampungkan Raperda Perumdam, Modal Dasar Naik Jadi Rp344 Miliar*
Pangkalan TNI AL Pastikan Lahan Untuk Ketahanan Pangan Nasional Kedelai Kondusif & Siap Amankan
PDAM INDRAMAYU LAUNCHING BANYU DIGITAL, DIHADIRI BUPATI LUCKY HAKIM
Pansus II DPRD Cianjur: 30 Persen dari 622 Apotek Belum Kantongi Izin Lengkap
Lucky Hakim Hadiri Acara Screening Pre Operasi KATARAK Di RSUD Indramayu
Setiap Hujan, Desa Cihaur Cibeber Dilanda Banjir Kiriman Sungai Cikondang
Satpam Tewas Dibacok di Gudang Motor Honda Cianjur, Pelaku Buron

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:13 WIB

Mahkota Binokasih untuk Lindungi Rakyat, Bukan Jadi Kedok Pesta di Tengah Bencana

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:35 WIB

Raperda Kesehatan Cianjur Kelar Diselaraskan, Pansus II Ultimatum: Stop Puskesmas Persulit Rujukan

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:10 WIB

Pansus III DPRD Cianjur Rampungkan Raperda Perumdam, Modal Dasar Naik Jadi Rp344 Miliar*

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:34 WIB

Pangkalan TNI AL Pastikan Lahan Untuk Ketahanan Pangan Nasional Kedelai Kondusif & Siap Amankan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:09 WIB

Pansus II DPRD Cianjur: 30 Persen dari 622 Apotek Belum Kantongi Izin Lengkap

Berita Terbaru