Ada Apa ??? Handphone Kades Bojong Jaya Mati,Hidup Setelah Kemunculan Beberapa Berita Terkait Program Sertifikat Redis 1.000.000/Bidang dan Pencatutan Nama Institusi dan Instansi

- Penulis

Rabu, 18 September 2024 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANPERS || SUBANG – Terkait munculnya beberapa berita di media daring harianpers.com tentang dugaan adanya pembayaran program sertifikat Redis senilai Rp.1.000.000 (satu juta/bidang) di Desa Bojong Jaya, Kecamatan Pusaka Jaya, membuat mati hidup handphone Kades Bojong Jaya dan enggan menjawab konfirmasi awak media.

Terbukti dari beberapa konfirmasi baik melalui tlpn whatsaAp dan chat whatsaAp hingga konfirmasi terakhir setelah tim media konfirmasi langsung ke BPN tentang pencatutan nama BPN, dimana menurut Rosidin Anim Kades Bojong Jaya sosialisasi di saksikan pihak perwakilan BPN, Kejaksaan, Saber pungli dan Tipikor.

Baca Juga:  Kapan jadwal pencoblosan di Luar Negeri? Masyarakat Indramayu Harus Tahu!

Handphone Sang Kades Rosidin Anim kadang Hidup, kadang mati terlihat dari kadang ceklis satu kadang ceklis dua, ada apa ???

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti alergi wartawan, apa memang ada kesalahan ?

Malah sebelum tayang berita program sertifikat Redis dengan Biaya 1.000.000/bidang suasana Pemerintahan Desa pada saat di sambangi tim media seperti tidak ada penghuninya.

Sementara usai konfirmasi, dengan tegas BPN melalui Budi salah satu petugas BPN membantah pada saat soaialisasi tersebut terdengar dan menyaksikan nominal uang untuk program seetifikat Redis, seperti yang telah tayang di media harianpers dengan judul ” Terkait Program Sertifikat Redis (Retribusi Tanah) BPN tidak Meng Intervensi Nominal Uang”.

Baca Juga:  Lanal Cirebon Laksanakan Latihan PHH Kesiapan Pengamanan Pemilu 2024

Tim media mencoba meminta tanggapan Rosidin Anim (11/09) tentang berapakah nilai uang di Perbup untuk sertifikat Redis, dan apakah masyarakat mengetahuinya, dan berapa administrasi yang masuk ke BPN, ? sedangkan BPN tidak Intervensi nominal uang.

Selanjutnya tim media akan terus menyambangi pencatutan nama yang di catut sesuai hasil konfirmasi dengan Kades Rosidin Anim, dari mulai BPN yang sudah memberikan klarifikasi, dan selanjutnya ke Kejaksaan, Tipikor dan Saber Pungli.

Red

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PANSUS DPRD Indramayu, Pengaruhi LKPJ BUPATI 2025 dan Potensi Interpelasi
INFISA : KEMENLU RI Di Tuding Lamban Tangani Pemulangan 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran
Oknum Anak Pejabat Wakil Bupati Di Duga Serobot Lahan Perhutani di Cikawung
Bupati Indramayu Lucky Hakim Sukses Raih PenghargaanTOP BUMD Awards 2026
Widiarti Di Duga Jual Emas Palsu Pakai Surat Toko Mas Kresno, Hj Tempuh Jalur Hukum
Ruslandi,S.H : Pelepasan Ribuan MIHOL Oleh SAT POL PP Sudah CUkup Kuat Untuk Di Tindak Lanjuti Secara Hukum
‎Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar Sambut Presiden Prabowo dalam Kunjungan Kerja ke Magelang
Bupati Lucky Gerak Cepat Pulangkan Tujuh Pekerja Terlantar di Papua

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:28 WIB

PANSUS DPRD Indramayu, Pengaruhi LKPJ BUPATI 2025 dan Potensi Interpelasi

Kamis, 16 April 2026 - 21:06 WIB

INFISA : KEMENLU RI Di Tuding Lamban Tangani Pemulangan 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 - 20:59 WIB

Oknum Anak Pejabat Wakil Bupati Di Duga Serobot Lahan Perhutani di Cikawung

Selasa, 14 April 2026 - 19:51 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Sukses Raih PenghargaanTOP BUMD Awards 2026

Selasa, 14 April 2026 - 12:51 WIB

Widiarti Di Duga Jual Emas Palsu Pakai Surat Toko Mas Kresno, Hj Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru