Oknum Anak Pejabat Wakil Bupati Di Duga Serobot Lahan Perhutani di Cikawung

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HariaPers || INDRAMAYU – Isu sengketa lahan di wilayah hukum Indramayu kembali memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada kawasan hutan di Cikawung yang dikelola oleh Perum Perhutani. Muncul dugaan praktik penyerobotan lahan garapan yang disinyalir melibatkan oknum keluarga pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan yang seharusnya berfungsi sebagai kawasan hutan atau diperuntukkan bagi program kemitraan kehutanan tebu diduga telah dikuasai secara sepihak. Nama anak dari Wakil Bupati Indramayu terseret dalam pusaran isu ini, memicu pertanyaan besar mengenai transparansi dan legalitas pemanfaatan aset negara.

“Kami perum Perhutani besama Dinas Ketahanan Pangan dan beberapa kelompok tani hadir di kantor Wakil Bupati Indramayu membahas program peluasan lahan tebu dan program Bongkar Ratoon tebu” ujar Karsim (Wakil Kepala Adnministrasi KPH Perhutani Indramayu)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Lahan di blok Cikawung merupakan zona strategis yang dikelola Perhutani KPH Indramayu. Dalam aturan kehutanan, setiap pemanfaatan lahan untuk kegiatan produktif seperti perkebunan tebu wajib menempuh prosedur legal, baik melalui mekanisme Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) maupun program Perhutanan Sosial.

Baca Juga:  Toni RM, S.H.,M.H Ungkap Seragam Polisi & Uang 37 Juta Milik Putri Apriyani

​Namun, laporan di lapangan mengindikasikan adanya aktivitas pembukaan lahan (land clearing) dan penanaman tebu dalam skala besar dilakukan oleh kelompok Tani Merdeka. Diduga dilakukan dengan cara penyerobotan dan pemutusan kontrak sepihak oleh Perum KPH Perhutani Indramayu terhadap warga yang menggarap. Disinyalir dugaan tindakan KPH Perhutani tersebut mendapatkan desakan dari wakil bupati Indramayu.. Ironisnya, keterlibatan oknum yang memiliki relasi kuasa dengan pucuk pimpinan daerah diduga menjadi alasan mengapa aktivitas tersebut berjalan tanpa hambatan berarti selama beberapa waktu.

​Aktivis lingkungan dan praktisi hukum di Indramayu mulai angkat bicara. Penyerobotan lahan negara bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan potensi tindak pidana kehutanan yang dapat merugikan negara secara finansial dan merusak ekosistem hutan.

​”Jika benar ada keterlibatan oknum keluarga pejabat, maka aparat penegak hukum dan pihak Perhutani harus berani bersikap tegas. Hukum tidak boleh tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, terutama jika menyangkut aset negara,” ujar Amawi.

Baca Juga:  Tiga Pelajar Meninggal, Bupati Nina Takziah ke Rumah Duka Pelajar

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menantikan langkah konkret dari:

• ​Perum Perhutani KPH Indramayu: Untuk menjelaskan status legalitas lahan di Cikawung dan apakah benar terjadi okupasi ilegal.

• ​Pihak Wakil Bupati Indramayu: Untuk memberikan klarifikasi guna membantah atau menjelaskan keterlibatan anggota keluarganya dalam aktivitas perkebunan tersebut agar tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat.

• ​Aparat Penegak Hukum (APH): Untuk melakukan investigasi menyeluruh apakah terdapat unsur penyalahgunaan wewenang atau pelanggaran UU Kehutanan.

​Kasus ini juga berdampak pada nasib petani lokal. Banyak petani penggarap yang telah lama bermitra dengan Perhutani merasa terpinggirkan oleh masuknya kekuatan modal besar yang diduga menggunakan pengaruh politik. Keadilan akses terhadap lahan menjadi isu krusial yang harus segera diselesaikan agar tidak memicu konflik agraria di kemudian hari.

​Media HarianPers akan terus mengawal perkembangan kasus ini untuk memastikan tegaknya supremasi hukum dan transparansi di Indramayu. (Red).

Penulis : Readaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Masyarakat

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Indramayu Lucky Hakim Sukses Raih PenghargaanTOP BUMD Awards 2026
Widiarti Di Duga Jual Emas Palsu Pakai Surat Toko Mas Kresno, Hj Tempuh Jalur Hukum
Bupati Keerom Tetapkan Nama Nama Jalan
Kepsek SDN Babakan Caringin 1 Cianjur Tuduh Awak Media, Mengaku Kerabat Wartawan
KDM Hentikan Aktivitas Pengangkutan Tanah di Desa Bobojong
Dengan Halal Bi Halal, Pemkab.Keerom Pererat Tali Silaturrahim
Rumah Nyaris Roboh, Nanang Harap Bantuan Pemerintah Segera Cair
Ruslandi,S.H : Pelepasan Ribuan MIHOL Oleh SAT POL PP Sudah CUkup Kuat Untuk Di Tindak Lanjuti Secara Hukum
Oknum Anak Pejabat Wakil Bupati Di Duga Serobot Lahan Perhutani di Cikawung

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:59 WIB

Oknum Anak Pejabat Wakil Bupati Di Duga Serobot Lahan Perhutani di Cikawung

Selasa, 14 April 2026 - 19:51 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Sukses Raih PenghargaanTOP BUMD Awards 2026

Selasa, 14 April 2026 - 12:51 WIB

Widiarti Di Duga Jual Emas Palsu Pakai Surat Toko Mas Kresno, Hj Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 14 April 2026 - 11:32 WIB

Bupati Keerom Tetapkan Nama Nama Jalan

Senin, 13 April 2026 - 21:11 WIB

Kepsek SDN Babakan Caringin 1 Cianjur Tuduh Awak Media, Mengaku Kerabat Wartawan

Berita Terbaru

Uncategorized

Tepat di Hari Ultah ke 23, Bupati Keerom Luncurkan Aplikasi Girgura

Selasa, 14 Apr 2026 - 14:36 WIB

Uncategorized

Di Tengah Perayaan Ulang Tahun Ke 23, Bupati Serahkan SK CPNS

Selasa, 14 Apr 2026 - 11:55 WIB