Pedagang PKL Lokal Kesalkan Adanya Dugaan Pungli Di Pesta Rakyat Indramayu

- Penulis

Kamis, 26 Juni 2025 - 01:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang PKL Lokal Kesalkan Adanya Dugaan Pungli Di Pesta Rakyat Indramayu

i

Pedagang PKL Lokal Kesalkan Adanya Dugaan Pungli Di Pesta Rakyat Indramayu

HarianPers || Indramayu — Acara Pesta Rakyat yang digelar di area Sport Centre Indramayu menuai polemik. Alih-alih menjadi ajang hiburan dan pemberdayaan ekonomi warga lokal. Pesta ini justru menyisakan luka bagi para PKL (Pedagang Kaki Lima) yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan tersebut. Rabu (26/6/2025).

Sejumlah pedagang lokal mengeluhkan sikap panitia, khususnya Karang Taruna Kabupaten Indramayu, yang disebut-sebut sebagai penyelenggara kegiatan. Mereka mengaku dipaksa pindah dan tersingkir dari tempat biasa berjualan demi memberi ruang bagi pedagang luar daerah yang bersedia membayar biaya sewa lapak hingga jutaan.

“Kami tidak menolak acaranya, tapi kenapa kami yang selama ini setia berdagang di sini malah disingkirkan? Kami juga butuh makan, kami juga warga Indramayu,” ungkap seorang pedagang lokal dengan nada kecewa yang meminta namanya di rahasiakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Falian, Ketua PKL dari Karang Taruna Karanganyar, saat dikonfirmasi awak media di lokasi kegiatan, Selasa (25/06), mengakui bahwa pihaknya menarik pungutan sebesar Rp 300.000 per meter untuk setiap lapak dagang. Dana tersebut, menurutnya, masuk ke Karang Taruna.

“Itu hanya untuk lapak biasa. Untuk UMKM kami sediakan lokasi gratis,” ujar Falian.

Baca Juga:  NST Warga Totoran Di Duga Gelapkan Puluhan Juta, KATIMAH Laporkan Ke MAPOLRES Indramayu

Namun saat ditanya soal total jumlah lapak yang dipungut dan nominal dana yang terkumpul, Falian mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ketidak jelasan ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat soal transparansi pengelolaan dana dan kepentingan siapa yang sebenarnya dilayani oleh pesta rakyat ini.

Lebih jauh, Falian mengklaim bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Ketua Pedagang Sport Centre. Namun bantahan keras disampaikan oleh Nurbaeti, selaku ketua pedagang setempat.

“Tidak ada koordinasi sama sekali! Dan yang lebih menyakitkan, anggota kami yang selama ini berdagang dan dimintain uang, jika tidak diusir begitu saja. Pertahankan itu, jangan mau dipindah.” ucap Nurbaeti dengan nada geram.

Ia menyayangkan tindakan Karang Taruna Karanganyar yang dianggap mengorbankan pedagang lokal demi keuntungan sepihak. Apalagi, soal sewa lapak bagi pedagang luar yang diketahui milik Pemda Indramayu ini merupakan Area Fasilitas Umum. Kuat dugaan pungutan tersebut adalah Pungli.

“Jangan korbankan kami demi pungutan lapak. Kami ini rakyat kecil, berjualan untuk hidup, bukan untuk dirugikan seperti ini.” katanya.

Tomi Susanto Sekjen FPWI juga berpendapat Terkait soal pungutan lapak yang di informasikan Rp.300.000 per meter, menurutnya hal tersebut tidak dibenarkan.

Baca Juga:  Pemkab Indramayu Siap Kawal dan Kembangkan Koperasi Merah Putih Untuk Rakyat

“Yang berhak menarik retribusi adalah Pemda Indramayu karna yang berhak atas penguasaan Aset. Acara yang mengatasnamakan rakyat seharusnya memberi ruang dan perlindungan lebih kepada rakyat kecil, bukan justru menyingkirkan mereka demi kepentingan segelintir pihak dan menjadi azas manfaat.” Tegasnya.

Tomi juga berpendapat terkait soal pungutan lapak yang di informasikan Rp.300.000 per meter, menurutnya itu dugaan Pungli.

“Aset Pemda tidak boleh di sewa-sewakan, jika itu terjadi tanpa ada koordinasi dengan Pemda Indramayu Bidang Aset maka saya menduga itu Pungli. Untuk apa uang hasil pungutan, siapa yang bertanggung jawab, lalu dasar hukum dari pungutan lapak itu apa. Saya juga akan berkoordinasi dengan tim saber Pungli menyampaikan bukti-bukti duggan pungli dari mulai sewa lapak pedagang biasa hingga Wahana Permainan yang informasinya setor hingga Puluhan juta,”

Kondisi ini memunculkan kritik tajam dari masyarakat. Alih-alih memperkuat ekonomi lokal, acara Pesta Rakyat ini justru dinilai telah mencederai semangat gotong royong dan keadilan sosial. Banyak pihak mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan, termasuk audit terhadap penggunaan dana yang telah dipungut dari para pedagang. Kasihan nama Kang Lucky Hakim (Bupati Reang) Pungkasnya. (Mzk)

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setiap Hujan, Desa Cihaur Cibeber Dilanda Banjir Kiriman Sungai Cikondang
Satpam Tewas Dibacok di Gudang Motor Honda Cianjur, Pelaku Buron
Diduga Keracunan MBG, Puluhan Warga Sukaluyu Cianjur Keluhkan Mual dan Diare
Komisi III DPRD Indramayu Apresiasi PAD Sektor Parkir Meningka
YANTO AD Bawa Kabur Mobil Toyota AGYA AB 1873 SX & EMAS, Polisi Segera Tindak
Cianjur Darurat Sampah, BEM PTNU Gelar Aksi di Depan Kantor DLH: Tuntut Evaluasi Total
Heboh! Wali Murid SDN Babakan Caringin 1 Cianjur Layangkan Petisi, Soroti Dana BOS hingga “Rahasia Negara”
DPRD Cianjur Kebut Raperda Kesehatan, Target Permudah Layanan RSUD

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 07:07 WIB

Setiap Hujan, Desa Cihaur Cibeber Dilanda Banjir Kiriman Sungai Cikondang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:42 WIB

Satpam Tewas Dibacok di Gudang Motor Honda Cianjur, Pelaku Buron

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:05 WIB

Komisi III DPRD Indramayu Apresiasi PAD Sektor Parkir Meningka

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:53 WIB

YANTO AD Bawa Kabur Mobil Toyota AGYA AB 1873 SX & EMAS, Polisi Segera Tindak

Kamis, 30 April 2026 - 22:06 WIB

Cianjur Darurat Sampah, BEM PTNU Gelar Aksi di Depan Kantor DLH: Tuntut Evaluasi Total

Berita Terbaru

Uncategorized

Bupati Keerom Sebagai Irup Pada Hardiknas 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:16 WIB