HarianPers || INDRAMAYU – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Perwakilan Indramayu secara tegas menyatakan dukungannya terhadap penegakan hukum yang berkeadilan dalam mengawal kasus pembunuhan tragis satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, atau yang dikenal dengan “Kasus Paoman Berdarah”.Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMKI Indramayu, Tomi Susanto.
Selain memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum, Tomi juga menyoroti dinamika sosial dan situasi persidangan yang kini tengah menjadi perhatian publik luas.Sebagai informasi, proses hukum kasus Paoman saat ini telah memasuki tahapan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu.
Kasus yang menyedot perhatian masyarakat ini mendudukkan dua orang terdakwa di kursi pesakitan. Agenda persidangan terus bergulir guna memeriksa keterangan saksi-saksi dan menggali fakta hukum demi mengungkap tabir pembunuhan tersebut secara benderang.Mengingat tingginya tensi dan perhatian massa selama jalannya sidang, Sekjen AMKI Indramayu menyampaikan pesan khusus yang ditujukan langsung kepada Ketua Pengadilan Negeri Indramayu.
Ia meminta agar sistem pengamanan di dalam ruang sidang lebih diperketat demi menjaga marwah dan kelancaran peradilan. “Kami meminta kepada Ketua PN Indramayu untuk memperketat pengamanan di dalam ruang sidang. Majelis hakim harus bertindak tegas terhadap oknum pengunjung atau penonton sidang yang membuat kegaduhan.
Sterilitas dan ketertiban ruang sidang wajib dijaga agar jalannya persidangan tidak terganggu,” ujar Tomi.
Di sisi lain, Tomi juga mencermati maraknya informasi liar di jagat maya terkait kasus ini. Ia mengimbau masyarakat, khususnya para netizen, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terutama yang diembuskan oleh akun-akun anonim atau akun palsu (fake account).
”Kami berpesan kepada masyarakat dan netizen untuk lebih bijak serta cerdas dalam menanggapi simpang siurnya postingan di media sosial. Jangan gampang menelan mentah-mentah informasi dari akun fake yang tidak jelas pertanggungjawabannya. Mari kita serahkan proses ini sepenuhnya kepada penegak hukum,” katanya.
Menutup pernyataannya, AMKI Indramayu juga berharap kepada jajaran Kepolisian untuk tetap membuka diri terhadap setiap perkembangan yang ada. Jika di kemudian hari ditemukan atau muncul bukti-bukti baru terkait pengembangan kasus Paoman, Tomi meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan tindak lanjut secara profesional.
“Langkah cepat dan transparan dari kepolisian dalam menindaklanjuti setiap potensi bukti baru sangat penting. Hal ini diperlukan agar proses hukum tetap berjalan objektif sekaligus mencegah munculnya penilaian negatif atau asumsi yang kurang baik di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Andriani
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Masyarakat













