HarianPers || Jakarta – Belum genap berusia setahun Akademi Bola basket Madawa, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor sukses meraih prestasi di ajang ABS 3×3 Basketball yang digelar di lapangan basket Politeknik Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Kemenperin, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (22/02/25).
Madawa Academy yang mengusung nama Madawa Geckos pada ajang tersebut bertanding di kategori Kelompok Umur (KU) 15 tahun bersama empat kontestan lainnya, yakni Exotic Professor (Cileduk, Kota Tangerang), Erten Wezzel A & B (Pondok Aren Aren, Tangsel), dan tuan rumah Tugu Ibu Basketball.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertandingan Coach Septian Bachtiar menyampaikan, bahwa timnya sempat merasakan demam panggung saat mengawali laga perdana melawan Erten Wezzel A, tim yang dikomandoi Jesica Sheren itu memaksa tim lawan bermain hingga babak tambahan. Skor 3-3 di waktu normal akhirnya berkesudahan di angka 3-4 untuk kemenangan Erten Wezzel A.
“Kekalahan di pertandingan pembuka berhasil dibalas Madawa Geckos di laga kedua saat berhadapan dengan Erten Wezzel B. Pada pertandingan ini Madawa Geckos tampil lebih percaya diri dan menutup laga dengan skor 2-4.”
Kemudian, kematangan bermain kembali ditampilkan anak-anak Geckos di pertandingan ketiga saat jumpa tim tuan rumah ABS Tugu Ibu. Sempat tertinggal beberapa angka, kali ini Madawa Geckos sukses melakukan ‘come back’ di pengujung laga dan menang dengan skor tipis 6-5.
Di pertandingan terakhir fase grup, Madawa Geckos harus mengakui ketangguhan permainan tim sarat pengalaman, Exotic Professor. Pada pertandingan ini Jesica Sheren dan kawan-kawan menyerah di angka 9-3.
Lanjut septian, dengan hasil dua kali menang dan dua kali kalah di fase grup, Madawa Geckos yang berada di peringkat tiga klasemen akhir kembali berhadapan dengan Erten Wezzel A yang berstatus sebagai runner-up grup untuk memainkan babak semifinal.
Di babak semifinal ini Madawa Geckos tak mau mengulangi kesalahan seperti di laga perdana dan bermain dengan pertahanan yang sangat rapat. Hasilnya dapat dilihat dari minimnya skor yang didapat. Madawa menang tipis dengan skor 0-1 atas Erten Wezzel A.
Sementara itu, dipartai final, tim racikan duet coach Septian Bachtiar dan Kukuh Rahardi ini Kembali berjumpa dengan Exotic Professor. Dampak laga ketat di babak semifinal sebelumnya membuat Madawa Geckos tampak kelelahan di partai final. Hasilnya, mereka Kembali gagal menaklukkan Exotic Professor. Madawa kalah dengan skor 8-4.
“Kami cukup puas dengan hasil ini (runner-up). Ini di luar ekspektasi tim pelatih. Madawa Academy baru berusia enam bulanan. Ibarat bayi, kami ini baru belajar merangkak,” Imbuhnya
Hal senada juga disampaikan Kukuh Rahardi,
Anak-anak ini baru memulai latihan sekitar bulan Agustus tahun lalu. Bahkan, ada yang baru mengenal bola basket beberapa bulan silam. Kami tim pelatih sangat mengapresiasi kerja keras mereka dalam berlatih hingga harus mengorbankan waktu bermainnya,” timpal pelatih berkacamata itu.
Madawa Geckos dalam kompetisi ini berisikan anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di sekitaran Gunung Sindur. Mereka adalah Sakhira Trifani dan Zivanne L. Deano siswi SMPN 8 Tangerang Selatan, Jasyiyah Ryandra siswi SMPN 3 Gunung Sindur, dan Jesica Sheren siswi SMP Dorea Christian School Gunung Sindur.
“Tim ini sejatinya kami siapkan untuk kompetisi yang lebih besar. Akhir bulan April nanti Madawa Geckos akan ikut kompetisi Decathlon 3×3 Competition yang peta persaingannya sangat kompetitif. Lawan-lawan mereka kebanyakan tim-tim papan atas Jakarta. Itulah ujian sebenarnya untuk mereka.” tutup Kukuh Rahardi. (Mzk).












