Harianoers.com// Keerom, Hari Santri Nasional (HSN) ke XI tahun 2026 di kabupaten Keerom terlaksana dengan; Hidmat, aman dan lancar, HSN tahun ini di laksanakan di Lapangan sepakbola kampung Jaifuri Distrik Skanto,

Pantauan awak media Harianper.com; suasana HSN tahun ini sangat semarak, karena sebelum di laksanakan upacara bendera terlebih dahulu di laksanakan pawai kirab dari berbagai kontingen, yang terdiri dari berbagai ormas Islam, kepemudaan islam dan sekolah sekolah Islam serta pondok pondok pesantren yang ada di kabupaten Keerom, di antaranya; NU, Muhammadiyah, LDII,
Hidayatullah Banser, Senkom mitra polri, Muslimat, Fatayat dan lain lain.
Pelepasan kirab kontingen di mulai dari MIN Keerom, yang secara resmi di lepas oleh wakil Bupati Keerom Drs. Daud. M.Si, menuju lapangan sepakbola kampung Jaifuri.

Puncak Hari Santri Nasional ke XI di kabupaten Keerom di pusatkan di lapangan sepakbola Jaifuri, Skanto. Kamis 22/10/2026.
Peringatan HSN tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Upacara dihadiri Wakil Bupati Keerom H. Daud, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), unsur TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan Islam.
Dalam upacara tersebut, Bupati Piter Gusbager membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia. Ia mengatakan, Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat; “Hari ini, 22 Oktober 2026, pemerintah bersama masyarakat Islam, hususnya Ulama dan santri di wilayah tapal batas negara RI-PNG, melaksanakan puncak upacara Hari Santri Nasional ke XI, kita menikmati keberagaman, kebersamaan, dan persaudaraan, walaupun di laksanakan secara sederhana, tetapi maknanya sangat besar bagi kita semua” ungkapnya.
Ia menyebut peringatan Hari Santri Nasional telah memasuki tahun ke-11. Sejak 2 priode memimpin Kabupaten Keerom, dirinya mengaku telah enam kali bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan tersebut.
Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang perlu dijaga bersama. Ia menilai semangat Hari Santri tidak hanya relevan bagi umat Islam dan kalangan pesantren saja, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat dan umat beragama lainnya yang ada di Kabupaten Keerom.
“Pesan saya hanya satu, kita harus mencintai keberagaman, jangan sampai hal kecil di perbesar, masyarakat Keerom sudah belajar dari pengalaman panjang untuk hidup saling berdampingan, dan kebersamaan dalam ke beragama, sehingga semangat perjuangan dan pengorbanan para santri harus menjadi teladan bersama seluruh masyarakat”.
Ia pun mengajak masyarakat untuk memperkuat komunikasi, menjaga toleransi, dan mengedepankan persaudaraan, juga berharap nilai- nilai keadilan, pemerataan, kebenaran, dan kebaikan hendaknya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Kalau kita menginginkan sesuatu yang baik di masa depan, maka mulailah dengan sesuatu yang baik hari ini, momentum hari santri harus di syukuri oleh para santri, ulama, dan segenap umat Islam, dan kita semua umat beragama secara luas”. pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Keerom mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum memperkuat persatuan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. (SBN)

















