Harianpers.com// Keerom- Perjalanan dari Arso, pusat pemerintahan Kabupaten Keerom, menuju Kampung Yuruf, Distrik Yaffi, memakan waktu panjang. Pada Sabtu, (24/10/2026), Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP., bersama rombongan menempuh perjalanan itu untuk menemui anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Mereka datang jauh-jauh ke negeri Tapal Batas membawa hasil kerja lapangan sekaligus sejumlah rekomendasi untuk pembangunan masyarakat di wilayah perbatasan Papua.
Bupati Gusbager didampingi Ketua TP PKK Keerom Angela T.H. Frank Gusbager, ST., dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda pemerintahan. Di Kampung Yuruf, bupati dua periode itu mendengarkan langsung berbagai persoalan yang ditemukan anggota TEP selama menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
Tim Ekspedisi Patriot merupakan program kerja sama Universitas Diponegoro dengan Pemerintah Kabupaten Keerom yang digagas Kementerian Transmigrasi. Pada 2026, para anggota tim ditempatkan di sejumlah wilayah di Keerom untuk mengidentifikasi potensi lokal, mendampingi masyarakat, serta merumuskan rekomendasi bagi pembangunan daerah.
Dalam pertemuan di Kampung Yuruf, para anggota TEP menyampaikan sejumlah kebutuhan yang mereka temukan di lapangan. Rekomendasi itu mencakup pemberdayaan masyarakat lokal di bidang pertanian, perikanan, pengolahan pangan lokal, penguatan kelembagaan, hingga peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah pelosok.
Bupati Gusbager menyimak laporan tersebut. Sejumlah masukan langsung ditanggapi dengan instruksi kepada dinas terkait yang hadir dalam pertemuan itu. Antara lain, meminta para penyuluh pertanian berada di tengah masyarakat selama sepekan ke depan.
Instruksi itu disambut antusias oleh anggota TEP. Bagi mereka, pertemuan langsung dengan kepala daerah membuka ruang untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong agar rekomendasi yang telah disusun mendapat tindak lanjut dari pemerintah.
Koordinator atau person in charge (PIC) Tim Ekspedisi Patriot Undip, Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, ST., MT., MPS., turut menyambut baik dukungan tersebut.
Bupati Gusbager juga menyebutkan menerima laporan dan informasi dari masyarakat terkait kehadiran TEP. Menurut dia, masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Diponegoro, terutama Menteri Transmigrasi, atas kehadiran TEP di Kabupaten Keerom.
“Keberadaan TEP di Kabupaten Keerom tahun 2026 memberikan manfaat dan dampak positif. Pertama, pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta beberapa program lain yang sudah diterapkan,” ungkap Bupati Gusbager.
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu berharap anggota TEP dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menyelesaikan program dan rencana kerja yang belum tuntas. Menurut dia, kehadiran tim dalam jumlah besar di wilayah perbatasan tahun ini merupakan pengalaman penting bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
Ia menilai pendampingan yang dilakukan selama ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk membicarakan kebutuhan dan masa depan mereka. Karena itu, hasil kerja TEP diharapkan tidak berhenti setelah masa penugasan berakhir.
“Kita tidak bicara untuk satu-dua tahun ke depan, tetapi kita telah menanamkan bibit kebaikan, sesuatu yang baik. Kita pupuk dan pelihara, dan suatu saat kita melihat buah-buahnya,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Keerom, kata Bupati Gusbager, akan terus mendukung pelaksanaan program TEP hingga masa tugas tim berakhir pada 25 November mendatang. Ia ingin berbagai rekomendasi yang telah disusun dapat menjadi bahan bagi pemerintah untuk merancang program pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain berdialog dengan anggota tim, Bupati Gusbager bersama Ketu TP PKK, Angela T.H Gusbager juga menyalurkan bantuan sembako kepada mama-mama Papua di Kampung Yuruf dan sekitarnya. Penyaluran bantuan itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan pemerintah daerah ke masyarakat setempat.
*Melanjutkan perjalan
















