CIANJUR — Baru dua minggu berjalan, usaha peternakan ayam petelur milik BUMDes Maju Bersama Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, sudah menunjukkan hasil.
Dari 550 ekor ayam yang diisi awal Juli lalu, kini produksi telur tembus 30-40 kilogram per hari. Setara lebih dari 2 peti telur.
Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saepudin, mengatakan program ini adalah langkah BUMDes yang baru berdiri tahun 2025 untuk menggenjot Pendapatan Asli Desa (PAD).
“BUMDes Maju Bersama ini baru pertama kali mengisi 550 ekor ayam petelur. Anggarannya dari Dana Desa tahap dua 2025,” ujar Ahmad, Sabtu (8/8/2026).
Awal produksi, hasil telur masih 15 kilogram per hari. Namun dalam dua minggu, angkanya terus naik.
Menurut Ahmad, ini bagian dari upaya desa menggali potensi lokal agar tidak terus bergantung pada bantuan pusat dan provinsi.
“Desa harus bisa mandiri dengan menggali potensi yang ada untuk meningkatkan PAD. Jangan sampai terus bergantung pada bantuan pemerintah,” tegasnya.
Untuk pakan, 550 ekor ayam menghabiskan 40-45 kg per hari. Tantangannya, harga pakan naik Rp400/kg dalam beberapa waktu terakhir.
Soal keuntungan, Ahmad menyebut laba sudah ada, tapi masih dipakai untuk menutup biaya operasional awal.
“Produksi masih terus meningkat dan sudah mulai menutup kebutuhan pakan harian,” jelasnya.
Tingkat kematian ayam juga tergolong rendah. Dari 550 ekor, hanya 4 ekor yang mati sejak awal pengisian.
“Risiko pasti ada, tapi sejauh ini masih terkendali,” pungkasnya.
Pemdes Mekarjaya berharap BUMDes ini bisa jadi sumber pendapatan baru desa dan mendorong kemandirian ekonomi warga.(Yopi)

















