MASYARAKAT MINTA PERLINDUNGAN KEPADA POS TNI GOME SATGAS MOBILE RAIDER 300 SILIWANGI

- Penulis

Senin, 13 November 2023 - 02:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harianpers.com // Tidak cukup membuat kekacauan pada Hari Jumat lalu tanggal 10 November 2023 dimana KST di Wilayah Distrik Gome Kabupaten Puncak yang berupaya menyerang Personil Satgas dan melakukan pembakaran Sekolah SMPN 1 Gome serta melakukan pembakaran terhadap honai (Rumah adat Papua) masyarakat, aksi lebih keji pun terjadi dimana KST mulai memberikan ancaman dan mengintimidasi masyarakat sehingga membuat masyarakat di wilayah Distrik Gome meniggalkan tempat tinggalnya dan memilih untuk mengungsi serta berlindung di Pos TNI dan Honai Seputaran Pos Gome, Minggu (12 / 11 / 2023).

Menilik dari beberapa kejadian yang lalu dimana telah terbongkarnya siasat dari KST yaitu mereka berupaya membaur dengan masyarakat untuk menyerang baik TNI maupun masyarakat itu sendiri dengan menggunakan Honai masyarakat sebagai persembunyian sebelum melakukan aksinya. Hal ini sontak membuat KST menjadi jengkel dan meluapkan amarahnya kepada masyarakat dengan memberikan ancaman dan intimidasi. Hal ini dipicu oleh kecurigaan KST terhadap masyarakat karena telah membocorkan informasi kepada Satgas TNI bahwasanya KST memanfaatkan masyarakat sekitar untuk menjadi tameng dalam menyerang TNI.

Masyarakat yang sudah merasa resah dengan kelakuan para KST namun tidak mampu untuk melawan lebih memilih meninggalkan halaman tempat tinggalnya dan mengungsi ke Pos TNI Gome. Faktanya, Kejadian ancaman oleh KST terhadap masyarakat bukanlah terjadi sekali atau dua kali, namun sudah terjadi berkali-kali, dimana sebelumnya masyarakat hanya berpasrah dengan apa yang dilakukan oleh KST, namun kali ini mereka memberanikan diri untuk menghindar dari KST dan lebih mempercayakan diri terhadap Satgas Pamtas Mobile Yonif 300/Brajawijaya yang berada dibawah Kodam III/Siliwangi. Hal ini pun dapat terjadi karena upaya pendekatan yang telah dilakukan Satgas secara persisten dan konsisten tak ayal membuat hati masyarakat kembali memihak kepada TNI.

Tepatnya pada Pukul 16.20 WIT, masyarakat sejumlah kurang lebih 200 orang yang berasal dari beberapa kampung yang berada di Distrik Gome yaitu Kp. Jenggernok, Kp. Wako, Kp. Nenggebuma (Tanah Merah), Kp. Agiyome, Kp. Upaga, Kp.Gome, Kp. Jonggong Golawi, Kp. Kilanungin, Kp. Misimaga dan Kp. Tigilobak datang ke Pos TNI Gome untuk mengungsi dan meminta perlindungan terhadap Satgas TNI.

Baca Juga:  Manunggal Air Satgas Mobile Raider 300 Siliwangi Di Papua

Merasa hal ini merupakan kondisi yang serius, tak perlu berpikir lama Letkol Inf Afri Swandi Ritonga selaku Dansatgas Pamtas Mobile Yonif 300/Bjw segera menyiapkan bansos, makanan dan juga segala kebutuhan masyarakat selama mengungsi di Pos TNI Gome.

“Kami merasa takut dan bingung harus berbuat bagaimana karena kami di ancam oleh KST, dari pada nyawa kami melayang, lebih baik kami memilih untuk mengungsi di Pos TNI” Ungkap salah Satu Warga Tanah Merah.

Kejadian ini memang harus menjadi suatu perhatian khusus karena sudah membuat masyarakat resah dan cemas akan bagaimana nasib mereka kedepannya. Tak hanya sampai disitu, mereka pun kebingungan karena aktifitas harian mereka juga akan terhambat karena harus meninggalkan pemukiman tempat tinggal mereka.

Kepala Suku Besar Kab.Puncak Bapak Abelum Kogoya juga menyampaikan ucapan terimakasih banyak kepada TNI karena disaat mereka tidak punya makanan, TNI selalu hadir dan membatu Mereka.

Hingga saat ini situasi dan kondisi Kab. Puncak khususnya wilayah Distrik Gome terpantau Kondusif dan warga masih mengungsi di Pos TNI Gome.

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Cianjur Kuliti Seleksi PPPK Paruh Waktu, Dua Kades Aktif Jadi Sorotan
Di Tengah Sengketa, Pembangunan Muncul di Lahan 56 Hektare Padaluyu
Bupati Indramayu Lucky Hakim Buka pintu Pihak Swasta Mengelola & Kembangkan Wisata 
Dana PIP Rp392 Juta Tak Sampai ke Siswa, FPP Desak Mantan Kepsek SMA 1 Sindangbarang Bertanggung Jawab
Sidang Kedua, Keberatan Kuasa Hukum SINAGA Atas Dakwaan JPU, Toni RM, S.H.,M.H Pastikan Di Tolak
2025 Tuntas, 2026 Siap Jalan: Disdikpora Cianjur Gas Pembangunan SMP
Pimpin Apel Perdana Gabungan Tahun 2026, Ini Pesan Bupati Keerom Piter Gusbager
Giat Santiaji Capaian inplementasi Visi dan Misi H. Dedy S Musashi, S.S dan Ketua IKWI, Saptarini Kismawati, S.S., M.Pd, masa bhakti 2023-2026
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:47 WIB

DPRD Cianjur Kuliti Seleksi PPPK Paruh Waktu, Dua Kades Aktif Jadi Sorotan

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:55 WIB

Di Tengah Sengketa, Pembangunan Muncul di Lahan 56 Hektare Padaluyu

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:20 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Buka pintu Pihak Swasta Mengelola & Kembangkan Wisata 

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:31 WIB

Dana PIP Rp392 Juta Tak Sampai ke Siswa, FPP Desak Mantan Kepsek SMA 1 Sindangbarang Bertanggung Jawab

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:10 WIB

Sidang Kedua, Keberatan Kuasa Hukum SINAGA Atas Dakwaan JPU, Toni RM, S.H.,M.H Pastikan Di Tolak

Berita Terbaru