HArianpers.com// KEEROM Hadir Tim peneliti dari Universitas Diponegoro ( UNDIP ), Ketua Departemen
Perencanaan Wilayah dan Kota, Prof.Dr. Wiwandari Handayani, ST, MT, MPS., Ketua Tim NJOP, Prof.Dr. Iwan Rudiarto, St.,M.Sc., Ketua Tim Tata Kota, Dr.Ir. Jawoto SIH Setyono, MDP., juga hadir Tim peneliti dari UNIVERSITAS PAPUA ( UNIPA ), Ketua Tim Kajian RT/RW, Zulfikar Mardiyadi, S.Hut.M.Si.
Bupati Keerom pada kesempatannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada para peniliti dari UNDIP dan UNIPA yang telah bekerja keras membantu pemerintah Kabupaten Keerom melakukan kajian terkait tata kota Arso dan NJOP dalam rangka percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap Keerom kedepannya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan potensi sumber daya alam yang ada dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepada media, Ketua Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Prof. Wiwandari Handayani mengatakan bahwa dirinya bersama tim telah memaparkan 2 hasil kajian kepada Bupati Keerom.
Pertama, Kajian terkait tata kota di wilayah Keerom dengan mengusung konsep Arso Polis dengan harapan Kabupaten Keerom kedepannya dapat memiliki pusat kota yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kedua, Kajian Nilai Jual Objek Pajak ( NJOP ) dengan tujuan harga lahan atau nilai lahan dan nilai jual Objek Pajak lebih disesuaikan dengan kondisi di wilayah Kabupaten Keerom.
” Kajian ini kami laksanakan di tahun 2025 dan kini sudah selesai, sehingga kami menyerahkan 2 dokumen hasil kajian ini kepada Bupati Keerom”, ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda, Julito Pareira menuturkan bahwa setelah menerima hasil kajian dari tim UNDIP, pemerintah daerah Kabupaten Keerom akan menindaklanjuti hasil kajian tersebut terutama terkait NJOP karena berkaitan dengan peningkatan PAD Keerom melalaui pajak PBB.
Ia juga mengatakan untuk Tata Kota Arso tahun 2026 akan mulai dikerjakan, Diawali dengan pembangunan Alun-alun di Arso Swakarsa, Kampung Asyaman, Distrik Arso.(SBN)













