KARANGTENGAH, CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur menggelar upacara peringatan HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-76, Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-107, dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) ke-64 di Lapang Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kamis (30/4/2026).
Upacara dihadiri langsung Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian. Dalam amanatnya, Bupati membacakan sejarah Satpol PP dan Linmas agar masyarakat memahami tugas dan pengabdian mereka.
“Satpol PP, Damkar, dan Linmas sudah melakukan banyak pekerjaan luar biasa di Cianjur. Kita masih ingat saat ada demonstrasi besar, kebakaran pertokoan, hingga kebakaran truk tangki BBM. Peran mereka sangat nyata dan patut kita apresiasi,” ujar Bupati Wahyu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
*Perkuat Armada Damkar untuk Jangkau Wilayah Luas*
Bupati menyebut Pemkab Cianjur terus menambah sarana dan prasarana Damkar. “Wilayah Cianjur sangat luas. Kami memahami perlunya peningkatan fasilitas Damkar agar kebakaran bisa ditangani lebih cepat dan lebih baik. Ini sedang kami kaji sesuai kebutuhan dan kekuatan anggaran,” jelasnya.
Selain itu, dalam rangkaian HUT dilakukan pemusnahan barang bukti hasil operasi. “Hari ini kita musnahkan rokok ilegal dan minuman keras hasil razia,” tambah Bupati.
*Kasatpol PP: Musnahkan 7.326 Bungkus Rokok Ilegal dan 1.718 Botol Miras*
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Joko Purnomo, merinci barang bukti yang dimusnahkan. “Sesuai Surat Mendagri, 30 April kita laksanakan upacara HUT Damkar ke-107, Satpol PP ke-76, dan Linmas ke-64. Khusus Cianjur, kita tampilkan kearifan lokal seperti pencak silat, simulasi pemadaman kebakaran, dan simulasi pasukan Dalmas,” kata Joko.
“Hari ini kita musnahkan 7.326 bungkus rokok ilegal dan 1.718 botol minuman keras. Ini hasil operasi selama Ramadan. Semoga jadi bukti kinerja Satpol PP dan Damkar dalam menegakkan ketertiban umum,” tegasnya.
*Bupati Kenakan Seragam Damkar, Upacara Digelar di Wilayah*
Joko menyebut ada yang spesial di peringatan tahun ini. “Ini tahun kedua Pak Bupati memakai seragam kebesaran Damkar. Lokasinya juga spesial. Kalau tahun lalu di Pemda, sekarang di wilayah karena Pak Bupati ingin lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap dukungan media dan masyarakat agar jajarannya istiqamah bekerja. “Tugas kami terkait langsung dengan masyarakat. Kami mohon doa agar diberi kekuatan untuk terus melayani. Razia akan terus kami lakukan, termasuk penegakan perda dan penyelamatan,” kata Joko.
Joko menambahkan, ketertiban bukan hanya tugas Satpol PP. “Ini tugas bersama. Kami harap masyarakat dan media terus mengingatkan untuk tertib dan tidak melanggar aturan,” pungkasnya.
Penulis : Tomi
Editor : SLS












