Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPolitikRagam
7
×

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
CIANJUR – Wacana menuju Cianjur 2029 mulai menghangat. Di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari infrastruktur yang belum merata, lapangan kerja yang terbatas, hingga kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan publik, muncul gagasan tentang pentingnya menghadirkan pemimpin yang mampu menjadi motor perubahan.

Salah satu sosok yang mulai mendapat perhatian publik adalah Kusnandar Ali, S.H., C.L.A.. Dengan mengusung semangat “Bukan tentang siapa pewarisnya, tetapi siapa yang siap menjadi perintis perubahan”, Kusnandar Ali menegaskan bahwa masa depan Cianjur tidak boleh ditentukan oleh faktor keturunan, kelompok tertentu, ataupun kekuatan politik semata.

Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan pemimpin yang memiliki keberanian untuk menghadirkan solusi nyata bagi persoalan yang selama ini dirasakan warga.

Example 300x600

“Cianjur membutuhkan pemimpin yang lahir dari pengalaman, kerja keras, dan pengabdian kepada masyarakat. Bukan sekadar melanjutkan kekuasaan, tetapi mampu menciptakan perubahan yang dirasakan langsung oleh rakyat,” ujarnya.

Kusnandar Ali menilai bahwa pembangunan Cianjur ke depan harus berfokus pada empat pilar utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, pelestarian lingkungan, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, dan seluruh elemen warga dalam membangun Kabupaten Cianjur yang lebih maju dan berdaya saing.

“Perubahan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kebersamaan, integritas, kompetensi, inovasi, dan dedikasi untuk mewujudkan Cianjur yang lebih baik,” katanya.

Di tengah dinamika politik yang mulai mengarah pada kontestasi 2029, munculnya gagasan tentang “perintis perubahan” dinilai menjadi warna baru dalam diskusi publik. Banyak kalangan menilai masyarakat kini semakin kritis dan lebih melihat kapasitas, rekam jejak, serta gagasan yang ditawarkan calon pemimpin dibanding sekadar nama besar atau faktor warisan politik.

Dengan semangat membangun Cianjur yang maju, adil, dan berkelanjutan, Kusnandar Ali mengajak seluruh masyarakat untuk mulai memikirkan masa depan daerah sejak sekarang.

“Cianjur 2029 bukan tentang siapa yang paling berkuasa, tetapi siapa yang paling siap bekerja dan berjuang untuk rakyat,” tegasnya.

Example 300250
Example 120x600