CIANJUR – Gedung DPRD Kabupaten Cianjur memanas Senin, 15/6/2026. Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cianjur menggelar aksi bertema “Indonesia Darurat, Cianjur Melarat, PMII Menggugat” yang diwarnai teatrikal keras dan sempat ricuh.
Massa PMII datang dengan berbagai atribut aksi. Selain orasi, mereka menampilkan teatrikal seorang yang diikat lalu diarak sebagai simbol kritik atas kondisi sosial-ekonomi di Cianjur. Tak hanya itu, mahasiswa juga menggelar teatrikal ziarah kubur mini.
Kuburan tiruan itu dihiasi foto sejumlah pejabat negara, termasuk Presiden, beberapa petinggi pemerintahan, dan foto Bupati Cianjur. Aksi simbolik ini jadi sorotan utama massa aksi.
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur bersama wakil ketua dan anggota dewan turun langsung menemui massa untuk mendengar tuntutan. Namun, negosiasi buntu. Situasi memanas dan berujung aksi dorong-dorongan di depan gedung dewan.
“Tuntutan yang diajukan massa aksi belum menemui kesepakatan,” kata salah satu peserta aksi. Ketegangan cepat diredam aparat gabungan dari Polres Cianjur, Kodim 0608/Cianjur, dan Satpol PP yang langsung membentuk barikade pengamanan.
Setelah mediasi dan pengamanan ketat, situasi kembali kondusif. Hingga aksi bubar, aparat masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi eskalasi lanjutan.
PMII Cianjur menegaskan aksi ini bentuk keprihatinan atas kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak ke rakyat kecil. Mereka mendesak DPRD menindaklanjuti aspirasi terkait kondisi ekonomi dan sosial di cianjur

















