Harianpers.com //,KEEROM-Oknum Aparatur Sipil Negara Kabupaten Keerom, Laurens Borotian di Dampingi tokoh adat; Ketua Dewan Adat Tabi Yakonias Wabrar, dan ketua dewan Adat Keerom Jeackobus Mekawa menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Bupati Keerom Piter Gusbager dan seluruh masyarakat Keerom.
Permintaan maaf itu disampaikan di hadapan tokoh adat di Kampung Asyaman, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Jumat ( 15/8/2026 ).
Dalam keterangannya, dirinya mengakui telah membuat dan menyebarkan beberapa video di media sosial yang berisi pernyataan tidak sesuai fakta dan berpotensi menimbulkan kegaduhan.
“Saya meminta maaf kepada masyarakat Keerom dan kepada Bupati Keerom, Piter Gusbager. Video-video tersebut
Berpotensi ciptakan kegaduhan karena tidak sesuai kenyataan” ungkapnya.
Ia merinci ada dua video yang ia buat dan sebarkan di media sosial sebelumnya.
Isi video tersebut membahas terkait kebakaran di Kampung Sanggaria, dan mobil Damkar tidak bisa beroperasi karena tidak ada dana operasional dan tenaga Kontrak belum dibayarkan.
Kemudian video berikutnya mengatakan bahwa Bupati Keerom, Piter Gusbager tidak pernah ada di kantor sehingga masyarakat sulit bertemu.
Ia mengakui sadar telah melakukan penggiringan opini yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Ia menyesali perbuatannya dan memilih untuk meluruskan secara terbuka.
Kesempatan itu dia juga menegaskan berkomitmen untuk terus mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Keerom.
” Saya tetap mendukung program Bupati Piter Gusbager dan semua kebijakan demi membangun Keerom,” tegasnya.
Tegasnya lagi, bahwa permintaan maaf ini murni dari kesadaran pribadi, tanpa adanya unsur paksaan dari pihak mana pun.
“Ini tidak ada unsur paksaan, tetapi dari lubuk hati yang paling dalam saya meminta maaf,” ujarnya. (SBN).

















