Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Presiden Prabowo Subianto Telah Teken Pembangunan PLBN Waris Mulai Pembangunan nya 2027.

59
×

Presiden Prabowo Subianto Telah Teken Pembangunan PLBN Waris Mulai Pembangunan nya 2027.

Sebarkan artikel ini

Harianpers.com // Keerom,b Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP, menyampaikan bahwa pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Waris di Kabupaten Keerom, Papua, ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan kajian kelayakan pendirian PLBN Waris di Hotel Arso Grande, Arso 2, Yuwanain, Selasa (27/10/2026).

Pembangunan PLBN ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan perbatasan Indonesia dan Papua Nugini (PNG), sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Keerom.

Example 300x600


Bupati Piter Gusbager menjelaskan, kajian kelayakan merupakan salah satu tahapan penting untuk memastikan rencana pembangunan PLBN Waris memiliki dasar ilmiah yang kuat dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Keerom bekerja sama dengan kalangan akademisi, termasuk Universitas Cenderawasih (Uncen), untuk mengkaji berbagai aspek pembangunan, mulai dari kondisi geografis, kebutuhan pelayanan perbatasan, hingga karakteristik sosial dan budaya masyarakat adat.

“Pembangunan PLBN Waris merupakan kerinduan seluruh masyarakat Kabupaten Keerom. Karena itu, kajian kelayakan ini harus disusun secara ilmiah dan kontekstual, dengan memperhatikan kondisi wilayah, kebudayaan, serta kehidupan masyarakat adat setempat,” ujar Bupati 2 Periode itu.

Ia mengungkapkan, dari delapan usulan pembangunan PLBN di seluruh Indonesia yang disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), empat usulan telah memperoleh persetujuan, termasuk PLBN Waris.

Kabupaten Keerom sendiri memiliki garis perbatasan darat dengan Papua Nugini sepanjang kurang lebih 230 kilometer, sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur dan pelayanan perbatasan yang memadai.

Keberadaan PLBN nantinya diharapkan dapat memperkuat empat fungsi utama, yaitu kepabeanan dan perdagangan (customs), keimigrasian, karantina, serta keamanan. Dengan fasilitas tersebut, kawasan perbatasan diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Selain pembangunan PLBN, Pemerintah Kabupaten Keerom juga merencanakan pembangunan pusat pemerintahan kabupaten di wilayah Waris pada 2027. Sebagai bagian dari persiapan akses menuju kawasan perbatasan, pembangunan infrastruktur jalan dari pertigaan Kantor Distrik Waris menuju lokasi PLBN di Paitenda telah mulai dikerjakan.

Bupati menjelaskan bahwa rencana pembangunan PLBN Waris merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, setelah inisiatif tersebut disampaikan dalam pertemuan para kepala daerah di Istana Negara.

Ia berharap seluruh tahapan perencanaan berjalan baik dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat adat agar pembangunan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan wilayah.

Piter Gusbager menegaskan, pembangunan PLBN Waris tidak hanya penting bagi Kabupaten Keerom, tetapi juga memiliki arti strategis bagi konektivitas dan percepatan pembangunan di Papua.


“Kabupaten Keerom bukan hanya milik masyarakat Keerom, tetapi juga menjadi bagian penting bagi kita semua untuk membuka akse dan konektivitas menuju wilayah tengah, pegunungan, dan selatan Papua. Jika Keerom maju, daerah-daerah lain yang masih terisolasi juga diharapkan ikut bergerak maju,” pungkasnya.

Karena itu, percepatan dan pemerataan pembangunan harus terus kita dorong,” tegasnya. Pemerintah Kabupaten Keerom berharap kajian kelayakan ini menjadi landasan kuat bagi realisasi PLBN Waris sehingga kawasan perbatasan dapat berkembang sebagai pintu gerbang negara, pusat pelayanan lintas batas, dan penggerak ekonomi masyarakat. (SBN).

Example 120x600