Harianpers.com // Keerom, Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom melalui Dinas Lingkungan Hidup Ketahanan Pangan dan Perikanan, menambah dua (2) unit armada Truk Sampah Ambrol.
Secara simbolis penyerahan Truck Sampah Ambrol tersebut di laksanakan di depan kantor bupati Keerom dan peresmiannya di pimpin langsung oleh Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut.MUP. Hari Senin tanggal 14 September 2026.
Prosesi peresmian di lakukan dengan menggunting pita yang sebelumnya telah di lakukan do’a pemberkatan
Dalam sambutan nya Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Ketahanan Pangan dan Perikanan, sebagai penyedia prasarana truk Sampah Ambrol; ”
Ijin Bapak Bupati kami sampaikan, dengan bertambahnya dua unit Truk Sampah Ambrol ini sangat membantu dari unit Truk Sampah Yang ada, kami juga mengusulkan Tiga lokasi TPA lagi yang baru, untuk mengatasi sampah di kabupaten Keerom ; Senggi, Arso Barat dan Skanto, perlu kami sampaikan TPA Arso Barat di Arso 6 menjadi contoh terkait kerja sama antara pemerintah kampung dengan pemerintah daerah. Kami pun berharap di tahun berikutnya ada penambahan lagi mobil Truck Sampah Ambrol” demikian dalam sambutannya.
Bupati Keerom dua periode Piter Gusbager dalam sambutannya, sangat mengapresiasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Ketahanan Pangan dan Perikanan, yang telah sigap dan bekerja dengan baik dalam mengatasi masalah sampah di kabupaten Keerom;

“Pertama Tama sebagai umat beragama kami bersyukur kepada Tuhan yang maha esa atas karunia nya sehingga kita bersama bisa hadir di tempat ini, sampah adalah bagian dari kehidupan kita, sampah bisa menjadi bencana bila kita tidak mampu mengatasinya, tahun ini kita bisa menambah truk Sampah, dan tahun depan kami akan terus menambah armada truk sampah dan tiga unit mobil pemadam kebakaran, dan kami juga akan meningkatkan sarana prasarana unit mobil bagi kegiatan lainnya, saya berharap kita semuanya menempati garda terdepan dalam menangani masalah sampah, dan saya juga mendukung untuk pembangunan tiga lokasi TPA baru, saya berharap semua pihak bersinergi dalam penanganan sampah, karena tidak mungkin orang mau pergi Keerom kalau di Keerom ini banyak sampah berserakan” demikian pungkasnya. (SBN).

















