Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V Jawa Barat, Sarongge Valley Jadi Ruang Tempa Karakter Warga Belajar

39
×

Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V Jawa Barat, Sarongge Valley Jadi Ruang Tempa Karakter Warga Belajar

Sebarkan artikel ini

CIANJUR – Kabupaten Cianjur dipercaya menjadi tuan rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB se-Jawa Barat Tahun 2026. Kegiatan akbar pendidikan nonformal ini digelar 18–20 September 2026 di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet.

Mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru” dengan slogan “PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, Peduli”, Gema Tunas V mempertemukan ratusan warga belajar pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.

Example 300x600

Kegiatan ini bukan sekadar perkemahan dan kompetisi. Gema Tunas V dirancang sebagai ruang pembelajaran di luar kelas untuk menempa karakter, kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kepedulian lingkungan.

Ketua DPD Forum PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik mengatakan, Gema Tunas adalah program resmi Forum Komunikasi PKBM Jawa Barat yang tahun ini dipercayakan kepada Cianjur sebagai tuan rumah.

“Kegiatan Pramuka pendidikan nonformal ini dirancang sebagai ajang pembinaan karakter, kemandirian, dan kedisiplinan. Ini ruang bagi warga belajar Paket B dan C untuk mengembangkan potensi melalui kepramukaan dan aktivitas kebersamaan,” ujar Deni, mantan Sekretaris PWI Cianjur tersebut.

Dihadiri Pejabat Pusat dan Daerah

Pembukaan kegiatan dihadiri jajaran pejabat penting. Di antaranya Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Dr. I Gusti Made Ardana, http://S.Pd., M.T., Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, http://Sp.OG., Kapolres Cianjur AKBP Dr. Akhmad Alexander Yurikho Hadi, Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, serta Kajari Cianjur Suci Wijayanti.

Hadir pula Ketua DPRD Cianjur Dr. Ir. Hj. Metty Triantika, Kadisdikpora Cianjur H. Ruhli Solehudin, Kepala BBGTK Jabar Dr. Sugito Adiwarsito, Kepala BBPMP Jabar Komalasari, Ketua DPW Forum PKBM Jabar Heru Saleh, serta para Kepala SKB, pengelola PKBM, tutor dan kontingen se-Jawa Barat.

Bukan Sekadar Berkemah, Tapi Sekolah Karakter

Sebanyak 12 jenis perlombaan disiapkan. Peserta tidak hanya dituntut kemampuan teknis kepramukaan, tetapi juga nilai kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, dan kepedulian lingkungan.

Lingkungan perkemahan Sarongge Valley dengan udara dingin dan alam terbuka justru menjadi bagian dari kurikulum. Selama tiga hari, peserta dituntut mengatur diri, menjaga kebersihan tenda, mematuhi jadwal, hingga jam malam pukul 22.00 WIB.

“Karakter tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas. Anak-anak perlu pengalaman langsung bagaimana hidup disiplin, bekerja sama, menjaga lingkungan dan bertanggung jawab,” kata Deni.

Panitia juga menerapkan aturan ketat. Pelanggaran ringan berupa teguran lisan, pelanggaran sedang berupa peringatan tertulis yang berpengaruh pada penilaian, sementara pelanggaran berat seperti narkoba, miras, perkelahian, pencurian dan tindakan asusila berujung pengeluaran dari arena dan diskualifikasi kontingen, bahkan diserahkan ke aparat berwenang.

Gema Tunas V sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara PKBM, SKB, pemerintah daerah, dan Gerakan Pramuka.

“Harapannya, setelah Gema Tunas ini anak-anak bukan hanya membawa pengalaman Pramuka, tapi membawa nilai kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Deni.

Dari Sarongge, Cianjur menegaskan bahwa pendidikan nonformal tidak hanya soal ijazah kesetaraan, tapi proses membentuk warga belajar yang berkarya, berbakti, dan peduli.

Example 120x600