Sukabumi — Sekelompok pemuda di Kabupaten Sukabumi menjadi korban penipuan melalui aplikasi perpesanan populer MiChat. Peristiwa tersebut terjadi ketika para korban telah melakukan pembayaran untuk layanan yang dijanjikan pelaku, namun pelaku justru melarikan diri dengan berbagai alasan yang dibuat-buat.
Menurut keterangan para pemuda yang menjadi korban, kejadian bermula saat mereka berkomunikasi dengan akun yang diduga milik seorang perempuan melalui aplikasi MiChat. Pelaku menawarkan layanan tertentu dengan tarif yang disepakati. Setelah proses tawar-menawar, para korban setuju untuk bertemu dan menyerahkan pembayaran secara langsung.
Namun, setelah uang diterima, pelaku mengaku mendapat telepon dari orang tua dan “temannya” yang disebut sedang membutuhkan bantuan mendesak. Pelaku lalu berpura-pura keluar sebentar untuk mengurus panggilan tersebut. Ketika para korban menunggu dan kemudian menyusul ke luar, pelaku sudah tidak ditemukan.
“Baru bayar, dia bilang orang tua dan temannya nelpon. Katanya mau keluar sebentar. Begitu disusul, malah sudah kabur,” ujar salah satu korban yang enggan disebutkan namanya.
Para korban mengaku sempat mencari pelaku di sekitar lokasi, namun tidak ditemukan. Upaya menghubungi akun pelaku di MiChat juga tidak membuahkan hasil, karena nomor maupun akun tersebut sudah tidak aktif.
Insiden ini menambah panjang daftar kasus penipuan yang memanfaatkan aplikasi perpesanan dan layanan kencan daring. Modus pelaku umumnya mengandalkan pertemuan cepat, pembayaran di awal, kemudian memberikan alasan darurat sebelum akhirnya kabur.
Warga Sukabumi diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi digital, terutama layanan yang mempertemukan pengguna secara anonim. Praktisi keamanan digital mengingatkan bahwa platform seperti MiChat kerap disalahgunakan oknum karena kurangnya verifikasi identitas dan tingginya interaksi tanpa mengenal satu sama lain.
Para korban saat ini tengah mempertimbangkan langkah hukum dan kemungkinan membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian. Mereka berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas untuk waspada terhadap modus serupa.


















