Viral! SPPG Bangkaloa Ilir, Anak Temukan Telor Lalat Di Menu Makanan

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mirisnya, temuan ini mengungkap fakta mengejutkan mengenai legalitas dan standar kebersihan dapur produksi tersebut. Dapur SPPG Bangkaloa Ilir diduga kuat belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta belum memiliki izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Kondisi ini ternyata bukan sekadar kasus tunggal. Berdasarkan data yang dihimpun, dari ratusan SPPG yang beroperasi di Kabupaten Indramayu, hanya 13 SPPG yang tercatat telah memiliki Sertifikat SLHS. Ironisnya, 13 SPPG yang sudah bersertifikat tersebut pun diketahui tetap belum memiliki izin IPAL yang memadai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiadaan izin IPAL dan Sertifikat SLHS ini menjadi indikasi lemahnya pengawasan terhadap standarisasi dapur produksi makanan massal untuk anak sekolah.Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Sri Anugraeni Supardi, SKM., M.KM, membenarkan kondisi tersebut. Pihaknya mengakui bahwa mayoritas satuan pelayanan gizi di wilayahnya memang belum melengkapi dokumen perizinan sanitasi yang diwajibkan.

Baca Juga:  Partai Nasdem Resmi Usulkan Ady Setiawan Jadi Wakil Bupati Indramayu

“Benar, dari ratusan (SPPG), baru 13 yang memiliki SLHS, itu pun memang IPAL-nya belum ada,” ungkap Kabid Kesmas saat dikonfirmasi mengenai legalitas dapur penyedia MBG.

Temuan telur lalat pada makanan merupakan tanda bahaya (red flag) dalam keamanan pangan. Telur lalat mengindikasikan adanya kontaminasi silang dan lingkungan kerja yang tidak tertutup atau tidak higienis. Jika hal ini terus dibiarkan, risiko wabah penyakit saluran pencernaan seperti diare atau tipes mengancam para siswa penerima manfaat.

Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk segera melakukan audit total terhadap seluruh SPPG. Warga menuntut agar distribusi makanan dihentikan sementara pada dapur-dapur yang tidak memenuhi syarat hingga sertifikasi SLHS dan izin IPAL terpenuhi demi keselamatan anak-anak.

Baca Juga:  Untuk Warga Cianjur, Ayo Parkir Berlangganan Untuk Kendaraan nya.

Ditambahkan Ketua Asosiasi Media Konferensi Indonesia (AMKI), Andry, mengecam keras temuan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga terkontaminasi telur lalat di wilayah Bangkaloa Ilir, Indramayu. Temuan ini dinilai sebagai bukti nyata ketidakpatuhan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) terhadap standar keamanan pangan dan regulasi kesehatan.​Dalam keterangannya, Andry menegaskan bahwa temuan telur lalat pada makanan bukan sekadar masalah teknis, melainkan bentuk pengabaian terhadap kemanusiaan dan aturan hukum.​

“Munculnya telur lalat pada makanan anak sekolah adalah tanda bahwa proses produksi dilakukan di lingkungan yang sangat tidak higienis. Ini adalah kelalaian fatal! Program nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak jangan sampai justru menjadi sumber penyakit karena pengelola dapur tidak patuh pada aturan sanitasi,” tegas Andry.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan resmi dari pihak SPPG Bangkaloa Ilir.

Penulis : Readaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Masyarakat

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INFISA : KEMENLU RI Di Tuding Lamban Tangani Pemulangan 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran
PC PMII Cianjur Perkuat Kaderisasi Lewat 6 Program Strategis
Oknum Anak Pejabat Wakil Bupati Di Duga Serobot Lahan Perhutani di Cikawung
Bupati Indramayu Lucky Hakim Sukses Raih PenghargaanTOP BUMD Awards 2026
Widiarti Di Duga Jual Emas Palsu Pakai Surat Toko Mas Kresno, Hj Tempuh Jalur Hukum
Bupati Keerom Tetapkan Nama Nama Jalan
Kepsek SDN Babakan Caringin 1 Cianjur Tuduh Awak Media, Mengaku Kerabat Wartawan
KDM Hentikan Aktivitas Pengangkutan Tanah di Desa Bobojong
Viral! SPPG Bangkaloa Ilir, Anak Temukan Telor Lalat Di Menu Makanan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:06 WIB

INFISA : KEMENLU RI Di Tuding Lamban Tangani Pemulangan 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran

Kamis, 16 April 2026 - 19:00 WIB

PC PMII Cianjur Perkuat Kaderisasi Lewat 6 Program Strategis

Rabu, 15 April 2026 - 20:59 WIB

Oknum Anak Pejabat Wakil Bupati Di Duga Serobot Lahan Perhutani di Cikawung

Selasa, 14 April 2026 - 12:51 WIB

Widiarti Di Duga Jual Emas Palsu Pakai Surat Toko Mas Kresno, Hj Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 14 April 2026 - 11:32 WIB

Bupati Keerom Tetapkan Nama Nama Jalan

Berita Terbaru

Uncategorized

Program GENTING Salah Satu Solusi Atasi Stunting di Keerom

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:56 WIB