CIANJUR – Bundaran Tugu Gentur Citimall Cianjur, lumpuh total Rabu, 17/6/2026. Aliansi lintas kampus memblokir akses jalan nasional, membawa 2 peluru tajam: isu nasional dan borok perizinan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur.
Aksi digerakkan HMI, PMII, dan GMNI. Massa tak hanya menyorot pusat, tapi juga membongkar masalah di halaman sendiri.
Koordinator Aksi, Irsan, menyebut ini suara rakyat yang muak. “Hari ini yang kami suarakan adalah suara rakyat Kabupaten Cianjur dan rakyat Republik Indonesia,” tegasnya di tengah massa.
Tiga isu nasional dikuliti: pemborosan anggaran, kebijakan tak transparan, dan penolakan dwifungsi TNI-Polri. Namun palu godam justru dihantamkan ke Pemkab Cianjur.
Irsan membongkar dugaan kelalaian pengawasan dapur MBG dan SPPG. “Di Cianjur, banyak MBG, SPPG tidak punya izin kesehatan dan izin lain. Pemkab tidak crosscheck, semua hanya formalitas,” bebernya.
Data DPMPTSP sebelumnya menyebut dari 307 dapur MBG aktif, hanya 2 yang berizin lengkap PBG. Temuan ini sejalan dengan tudingan mahasiswa.
Irsan blak-blakan soal alasan blokir jalan. “Dengan menaikkan tensi dan menutup akses, biar pemerintah sadar. Rakyat tercekik, menderita, menyuarakan suara rakyat, tapi mereka tidak mau menemui kami.”
Dialog alot sempat terjadi. Personel Polres Cianjur membujuk massa membuka jalan yang sudah telanjur macet total.
Ancaman eskalasi digaungkan. “Jika tuntutan diabaikan, aksi lanjutan akan lebih besar. Kami libatkan elemen mahasiswa yang lebih luas bersama masyarakat Cianjur,” pungkas Irsan.

















