CIANJUR — Tanda tanya besar menyelimuti proyek bendungan Dana Desa 2026 di Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber.
Anggaran Rp50 juta dikucurkan. Tapi di lapangan, warga menilai nilainya tak sampai sepertiganya.
“Batunya ngambil di sekitar, gratis. Masa habis Rp50 juta? Ini kemana larinya,” sentil Dede Hermawan, warga Desa Kanoman, Selasa (28/7/2026).
Bukan hanya soal angka. Dede juga menyorot hasil fisik bendungan yang dinilai asal jadi.
“Gambarnya beda dengan realisasi. Ini pembodohan,” tegasnya.
Geram dengan kondisi itu, Dede mengaku sudah melaporkan dugaan penyimpangan ke Inspektorat Kabupaten Cianjur.
Dan ia tidak berhenti di situ. Dede mengancam akan membongkar proyek lain di desanya yang ia nilai janggal.
“Saya akan buka semua. BUMDes, tempat pangkalan ojek yang tidak berguna. Itu semua cuma buang-buang anggaran,” katanya.
Menanggapi laporan warga, DPMD Kabupaten Cianjur mengaku belum menerima surat resmi dari Inspektorat.
“Kalau sudah diaudit dan butuh data, pasti kami dikoordinasikan,” kata Kabid Bina Administrasi Pemerintahan DPMD, Dendi Reynaldi.
Kini bola panas ada di Inspektorat. Warga Desa Kanoman menunggu, apakah audit benar-benar jalan atau hanya jadi wacana.














