CIANJUR — Dugaan ketidaksesuaian data penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Ciranjang Girang 2, Kecamatan Bojongpicung, memicu pertanyaan dari orang tua peserta didik.
Soleh, orang tua siswa berinisial SN, mempertanyakan transparansi penyaluran bantuan setelah menemukan perbedaan antara data di aplikasi SIPINTAR dengan realisasi bantuan yang diterima anaknya, Minggu (2/8/2026).
Menurut Soleh, saat masih bersekolah di SDN Ciranjang Girang 2, nama SN tercatat sebagai penerima manfaat PIP setiap tahun dari 2017 hingga 2022. Artinya ada 6 kali pencairan.
Namun, bantuan yang diterima SN hanya 3 kali. Rinciannya Rp225.000 pada pencairan pertama, lalu Rp450.000 pada pencairan kedua dan ketiga.
“Di aplikasi SIPINTAR jelas tercatat SN penerima manfaat dari 2017-2022. Tapi yang kami terima cuma tiga kali. Sisanya kemana?” ujar Soleh, Kamis (30/7/2026).
Soleh juga menyoroti pengelolaan buku tabungan SimPel. Ia mengaku hanya menerima buku tabungan tanpa kartu ATM, dan baru diserahkan setelah anaknya lulus.
Ia sempat membawa buku tersebut ke sekolah, namun pihak sekolah menyatakan buku itu bukan atas nama anaknya.
Soleh juga menemukan kejanggalan pada berita acara tahun 2021 dan 2022. Di tahun 2021 nama SN tidak bertanda tangan, dan di tahun 2022 nama SN tidak tercantum sama sekali di berita acara, padahal di SIPINTAR tercatat sebagai penerima.
Menanggapi hal ini, Kepala SDN Ciranjang Girang 2, Enur Rohmawati, http://S.Pd., menjelaskan dirinya baru menjabat 10 bulan sehingga tidak mengetahui proses penyaluran PIP tahun 2022.
“Saya hadirkan operator dan guru yang mengurus PIP agar jelas. Silahkan ditanyakan langsung ke mereka,” kata Enur.
Guru yang menangani PIP, Ike, menjelaskan penyaluran tahun 2021 dan 2022 dilakukan secara kolektif saat pandemi Covid-19.
Saat dilakukan pencocokan, Ike menemukan selisih data. Data versi sekolah mencatat 42 penerima manfaat, sementara di aplikasi SIPINTAR muncul 110 nama.
“Kami sudah cek daftar penyaluran tahun 2022, datanya cuma segini,” ujar Ike.
Perbedaan jumlah data tersebut kini menjadi pertanyaan terkait validitas data dan mekanisme penyaluran PIP di SDN Ciranjang Girang 2.
Pihak sekolah menyatakan akan menelusuri lebih lanjut dan berkoordinasi dengan dinas terkait agar persoalan ini terang.
















