Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

HEBOH PENCORATAN BANSOS DI CIANJUR: NENEK 70 TAHUN PENGONTRAK & PENJUAL GORENGAN JUGA KENA

10
×

HEBOH PENCORATAN BANSOS DI CIANJUR: NENEK 70 TAHUN PENGONTRAK & PENJUAL GORENGAN JUGA KENA

Sebarkan artikel ini

CIANJUR — Ramai di media sosial. Puluhan penerima manfaat Bansos di Kabupaten Cianjur dilaporkan mendadak di-stop. Yang bikin geram, kebanyakan yang dicoret adalah lansia dan warga yang rumahnya masih ngontrak.

Salah satunya terjadi di Kp. Neglasari RT 03/019, Kelurahan/Kecamatan Cianjur.

Example 300x600

“MASA NENEK NGONTRAK DIKORET? INI TIDAK ADIL”
Nubi, Ketua Karang Taruna setempat, mengaku kecewa dengan keputusan Dinsos yang dinilai memutus sepihak.

“Sangat kasihan. Ini bagi saya tidak adil. Masa nenek-nenek rumah ngontrak dicoret. Pendamping PKH bilang terindikasi judol. Kalau benar memang penerima manfaat, tolong Dinsos cek ke lapangan. Coba turun langsung,” ujar Nubi, Senin (25/8/2026).

Ia juga mempertanyakan kapasitas pendamping. “Apakah pendamping PKH diajarkan pelatihan biar paham jelas ke masyarakat? Jangan sampai masyarakat jadi curiga,” katanya.

KISAH IBU IMIK, 70 TAHUN PENJUAL GORENGAN
Salah satu korban pencoretan adalah Ibu Imik, 70 tahun. Selama ini ia rutin menerima bantuan karena berjualan gorengan keliling.

Namun namanya tiba-tiba dicoret dengan alasan “ganti KK”. Padahal menurut warga, NIK dan KK lansia tidak akan berubah.

“Kenapa saya tidak pernah punya HP atau apa pun, kok bisa-bisanya saya dicoret,” ucap Ibu Imik dengan nada bingung dan sedih.

Warga sekitar menyebut Ibu Imik adalah tulang punggung keluarga. Penghasilannya hanya dari gorengan. Kehilangan bansos sangat terasa.

DESAKAN: DINSOS DAN KELURAHAN TURUN LANGSUNG
Nubi mendesak Kelurahan dan Dinsos Kabupaten Cianjur untuk segera melakukan pengecekan ulang data penerima manfaat.

“Tolong buat kelurahan dan dinsos cek data yang penerima manfaat. Jangan hanya lihat data di aplikasi. Turun, lihat kondisi di lapangan,” tegasnya.

Ia khawatir jika sistem pemadanan data hanya mengandalkan algoritma tanpa verifikasi manusia, akan semakin banyak lansia miskin yang menjadi korban.

TANGGAPAN DINSOS SEBELUMNYA
Sebelumnya, Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Cianjur, Dika, menyatakan pencoretan dilakukan karena hasil pemadanan data dari Kemensos dan PPATK. Pihak daerah hanya melakukan verifikasi lapangan.

Jika hasil verifikasi menyatakan tidak terbukti, Dinsos akan mengusulkan kembali melalui operator SIKS-NG. Namun prosesnya tidak otomatis dan menunggu update data dari pusat.(Yopi Yana)

Example 120x600