CIANJUR, — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango atau TNGGP segera menertibkan aktivitas pertanian di lereng gunung. Pembukaan lahan dinilai mengancam fungsi konservasi dan meningkatkan risiko bencana di wilayah hilir.
Pernyataan itu disampaikan Dedi saat kunjungan kerja ke Wisata Alam Pangsalatan, Dusun 3, Kampung Dauwan, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Rabu (2/9/2026).
Dedi tiba sekitar pukul 10.55 WIB dan disambut Wakil Bupati Cianjur Ramzi. Kegiatan yang dihadiri sekitar 800 orang itu juga menjadi ajang apresiasi bagi relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di TNGGP.
Lereng Gunung Harus Kembali Fungsi Konservasi
Dalam dialog bersama masyarakat, Dedi menegaskan kawasan lereng TNGGP harus dikembalikan pada fungsi konservasinya.
Menurutnya, pembukaan kebun di lereng dapat mengganggu daya resap air dan fungsi ekologis hutan. Kondisi itu berpotensi memicu banjir, mulai dari wilayah Cipanas hingga pusat Kota Cianjur.
“Gunung ini bukan untuk komersial. Ini paru-paru Jabar. Kalau lereng dibuka terus, air tidak meresap, yang kebanjiran kita di bawah,” tegas Dedi.
Jalur Pendakian Dibangun, Jumlah Pendaki Dibatasi
Selain penertiban lahan, Dedi juga meminta pembenahan jalur pendakian Gunung Gede. Mulai dari jalan setapak, jembatan, hingga fasilitas toilet perlu diperbaiki.
Ia juga mengusulkan pembatasan jumlah pendaki untuk menjaga daya dukung lingkungan. Dedi menolak jika Gunung Gede berubah menjadi kawasan komersial, termasuk dengan adanya warung di sepanjang jalur pendakian yang bertentangan dengan prinsip konservasi.
Soal sampah, Dedi meminta para relawan aktif mengedukasi pendaki. Setiap pendaki wajib membawa kantong sampah pribadi dan membawa kembali seluruh sampahnya.
Dedi turut mendorong penanaman pohon secara masif di kawasan TNGGP dan wilayah penyangga.
Apresiasi untuk 486 Relawan Pemadam Karhutla
Dalam kesempatan itu, Dedi memberikan apresiasi kepada 486 relawan yang terlibat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di TNGGP.
Masing-masing relawan menerima bantuan sebesar Rp600 ribu. Penyalurannya disesuaikan dengan lama keterlibatan, maksimal 10 hari kerja. Bantuan akan disalurkan melalui Bank BJB kepada relawan yang sudah terdata.
“Pelestarian Gunung Gede Pangrango ini tanggung jawab bersama. Penertiban, pembatasan pendaki, penghijauan, dan kelola sampah adalah kunci agar ekosistem tetap terjaga dan bencana bisa dicegah,” pungkas Dedi.
















