CIANJUR . Aturan dikangkangi. Pengadaan sarana menulis untuk siswa SD kelas 1 dan 2 di Cianjur tahun anggaran 2026 diduga kuat tidak mandiri dan sarat intervensi.
Seharusnya dikelola masing-masing sekolah. Faktanya, proses justru disentralisasi dan dikelompokkan oleh K3S di tingkat kecamatan.
Arahan itu diduga datang langsung dari oknum pejabat Disdikpora Cianjur Bidang SD. Nama Kepala Bidang hingga Seksi Sarpras ikut terseret.
Buktinya, semua sekolah diarahkan menunjuk 1 CV yang sama: CV Sejahtera beralamat di Bogor.
Dalam dokumen penawaran tertanggal 10 Agustus 2026, 1 paket buku + alat tulis dibanderol Rp 90 ribu per siswa.
“K3S dikumpulkan di SDN Mayak Cibeber. Disuruh belanja ke CV itu. Kalau tidak ikut, ancamannya dicoret atau di-blacklist dari bantuan Disdikpora,” ungkap salah satu sumber, Rabu (29/9/2026).
Upaya konfirmasi ke Kepala Bidang SD Disdikpora Cianjur, Rifki, melalui WhatsApp dan telepon hingga berita ini diturunkan belum mendapat jawaban.
Praktik ini berpotensi melanggar prinsip pengadaan mandiri sekolah, rawan menimbulkan kerugian negara, dan mematikan persaingan usaha
















