Cianjur – Kegaduhan muncul setelah data terbaru menunjukkan sejumlah warga yang jauh dari gambaran sejahtera justru masuk dalam kategori desil 5 atau “desil sultan”.
Padahal desil menjadi acuan utama pemerintah dalam menentukan penerima bantuan sosial atau bansos.
Desil adalah pengelompokan 10% penduduk berdasarkan tingkat pengeluaran. Desil 1 untuk kelompok termiskin, sementara desil 5 ke atas dianggap mampu.
Para pengamat menilai manuver statistik ini berisiko membatasi akses warga miskin terhadap bansos. Penyebabnya diduga kuat karena kualitas data yang buruk.
“Data yang buruk akan tetap menghasilkan keluaran yang tidak akurat,” ujar salah satu narasumber dalam program Business Talk Kompas TV.
Program tersebut mengangkat tema “Desil Bikin Kaya-Miskin Relatif, Bansos Rawan Meleset?”

















