HarianPers || INDRAMAYU – Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu memberikan apresiasi atas capaian signifikan dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. Lonjakan tersebut berasal dari penerapan sistem swakelola parkir di dua pasar daerah, yakni Pasar Daerah Jatibarang dan Pasar Daerah Karangampel.
Anggota Komisi III DPRD Indramayu, H. Nico Antonio, ST, menyampaikan bahwa langkah swakelola yang dilakukan pemerintah daerah terbukti efektif dalam meningkatkan penerimaan daerah sekaligus memperbaiki tata kelola sektor parkir.
“Kami melihat adanya lonjakan PAD yang cukup signifikan dari swakelola parkir di Pasar Jatibarang dan Karangampel. Ini patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa pengelolaan mandiri mampu memberikan hasil nyata bagi daerah,” ujar Nico, Kamis (30/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan prinsip transparansi dan efisiensi. Dengan sistem swakelola, potensi kebocoran penerimaan dapat diminimalisasi, sementara pelayanan parkir kepada masyarakat menjadi lebih tertata.
Komisi III DPRD Indramayu pun mendorong agar pola swakelola parkir ini diperluas ke pasar-pasar daerah lainnya guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Jika pola ini bisa diterapkan di lebih banyak titik, tentu kontribusi PAD akan semakin besar. Kami berharap pemerintah daerah terus melakukan evaluasi dan pengawasan agar sistem ini berjalan optimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nico menyebut pihaknya akan melakukan kroscek terhadap 12 pasar lain yang belum melaporkan perkembangan pengelolaan parkir. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan swakelola oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Industri (Diskopdagin) telah berlandaskan aturan yang berlaku, baik Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup).
“Biarkan Diskopdagin mengelola sesuai aturan. Jika dalam satu tahun terbukti mampu meningkatkan PAD secara signifikan, ke depan bisa saja kembali dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Karena itu, swakelola ini juga kami jadikan bagian dari kajian,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Indramayu, Suhendri, SH, menegaskan bahwa capaian PAD dari sistem swakelola jauh lebih baik dibandingkan saat pengelolaan diserahkan kepada pihak ketiga.
“Dulu, saat dikelola pihak ketiga, 13 pasar hanya menyumbang sekitar Rp900 juta per tahun. Sekarang, dari dua pasar saja sudah terlihat lonjakan yang signifikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebelum swakelola diterapkan, pendapatan parkir di salah satu pasar hanya sekitar Rp1,13 juta per hari. Namun setelah dikelola langsung, angka tersebut meningkat hingga tiga kali lipat.
Menurut Suhendri, sistem swakelola memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk memastikan penerimaan lebih transparan dan efisien, sekaligus menekan kebocoran yang kerap terjadi pada sistem lama.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagin) Kabupaten Indramayu, H. Mardono, SE., M.Si., menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan DPRD.
Ia menegaskan bahwa swakelola parkir merupakan bagian dari strategi memperkuat kemandirian daerah. Dengan pengelolaan langsung, setiap penerimaan dapat tercatat secara akuntabel dan sesuai aturan.
“Alhamdulillah, PAD memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ujarnya.
Mardono menambahkan, capaian kinerja pada triwulan pertama telah mencapai 25 persen. Pihaknya optimistis target tahunan dapat terpenuhi secara bertahap hingga 100 persen pada akhir tahun.
“Insya Allah target yang diberikan kepada Diskopdagin Kabupaten Indramayu bisa tercapai sesuai rencana,” pungkasnya.
Lonjakan PAD dari sektor parkir ini menjadi bukti bahwa optimalisasi pengelolaan aset daerah mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan. Tambahan pendapatan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan layanan publik.
Penulis : Andriani
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Masyarakat












