CIANJUR – Gerimis yang turun saat Istigasah Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H di Pendopo Cianjur, Senin malam, 15/6/2026, disebut Bupati Cianjur dr. Muhammad Wahyu Ferdian sebagai berkah awal tahun hijrah.
“Alhamdulillah malam ini lebih syahdu karena ada gerimis-gerimis sedikit. Mudah-mudahan jadi awal yang baik di tahun hijrah ini untuk Kabupaten Cianjur,” ujar Bupati Wahyu dalam sambutannya.
Sebelumnya, BMKG memprediksi Cianjur termasuk daerah yang terdampak kemarau panjang tahun 2026. Kekhawatiran itu sempat muncul sebelum acara. “Kemarin sempat khawatir karena di berita Cianjur diprediksi kena kemarau berkepanjangan. Alhamdulillah malam ini kita diberikan berkah,” katanya.
Bupati juga mengapresiasi konsistensi warga menjaga tradisi pawai obor di tengah gempuran era digital. “Meskipun sekarang ada digitalisasi, ada Instagram, ada TikTok, tapi alhamdulillah warga Cianjur tetap mempertahankan tradisinya. Tetap antusias melaksanakan pawai obor tahun 2026,” tegasnya.
Mengusung tema “Hijrah untuk Berubah, Bersatu dalam Kebaikan, dan Membangun Cianjur yang Lebih Maju serta Berkah”, Bupati mengajak masyarakat menjadikan 1 Muharram sebagai momentum perbaikan. “Semoga tahun ini menjadi tahun hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih berkah, lebih damai, lebih dekat kepada Allah,” ucapnya.
Rangkaian acara diawali pawai obor keliling kota dan ditutup istigasah bersama di Pendopo. Hadir dalam acara tersebut Sekda Kabupaten Cianjur, para kepala OPD, dan tokoh masyarakat.
Bupati menutup sambutan dengan harapan Cianjur tetap kondusif. “Mudah-mudahan tetap menjadi Cianjur yang sejuk, tetap menjadi Cianjur yang damai dan kondusif,” pun

















